2015 Dengan Kata

Part 1 : Diterima Kerja

Di penghujung tahun 2015 ini, izinkan saya bikin tulisan untuk mengingat-ingat apa yang terjadi selama satu tahun kebelakang, dan bikin resolusi untuk tahun depan dan tahun-tahun berikutnya. Kalau bisa dirangkum dalam satu kalimat sih, saya rasa 2015 ini adalah tahun peralihan dan adaptasi dari dunia sekolah (kuliah) ke dunia kerja. Gimana ngga, 21 tahun lamanya saya dikasih makan sama orang tua, 17 tahun lamanya merasakan beasiswa ayah bunda, dan seumur-umur belum pernah saya tinggal jauh dari papahmamah. So here we goo

Tepatnya 3 November 2014, adalah hari pertama saya hidup sebagai karyawan, menjadi buruh sebuah perusahaan asing, di Jakarta. Alhamdulillah saya diterima kerja di perusahaan yang memproduksi sistem sekuriti. Bukan agen satpam ya, tapi digital security. Saya lihat di websitenya ini perusahaan keren, asal Prancis, yang membuat hidup orang lebih mudah dan aman belanja karena gak perlu bawa dompet kemana-mana, alias bikin sistem sekuriti untuk payment dengan smart card.Kalo ga salah ingat, saya diterima di posisi yang namanya embedded software developer. Dalam bayangan saya, ini sistem embedded kayak waktu kuliah gitu, ngurusin M2M (machine to machine). Jadinya di bayangan saya ni kerjaan adalah ngurusin bagaimana data yang ada di sebuah smart card, bisa diterima oleh reader. Jadi akan banyak belajar hardware (reader nya, chip di kartu, dll) dan juga software tentunya. Lalu belajar gelombang elektromagnetik lagi, yang kuliah dulu lulus saja sudah untung.

Ternyata saya salah. Ni perusahaan cabang Jakarta-nya ternyata memproduksi sim card buat hape. Iya sim card simpat* ato im* gitu. Dan full software, jadi cuma ngoding doang. Oke deh memang tidak sesuai ekspektasi, tapi ya apa daya, saya tetap jalani dengan penuh gembira karena basically saya senang mendapat pelajaran baru juga tentang smart card alias sim card. Dan lagi saya sudah berjanji pada diri sendiri akan antusias untuk mengeksplor hal baru selama kerja.

Satu bulan, dua bulan, tiga bulan, beres juga training yang super membosankan. Akhirnya saya bisa bergabung dengan tim. Empat bulan, lima bulan, pun berlalu. Tak kunjung ada 1 project pun yang telah saya emban. Saya menikmati hari-hari dengan memperluas wawasan membaca Wikipedia 2 jam sebelum dzuhur, 2 jam setelah dzuhur. Yha akhirnya di bulan ke-6 saya mendapat suatu projek yang gak susah, cocok lah untuk newbie. Udah. Bulan ke-7 nganggur lagi. Di bulan ke-8 saya merasa otak saya mulai usang karena jarang dipake mikir. Lebih tepatnya si otak ini shock, 4 tahun kuliah otak ini tidak dapat membedakan siang malam karena memang begitu adanya keadaan tugas memaksa. Sekarang juga tidak dapat membedakan siang dan malam karena di siang hari mikirnya mau tidur terus.

Di bulan ke-9 project yang saya kerjakan sebelumnya release, alias laku. Clientnya adalah Zain, sebuah operator telekomunikasi di timur tengah sana. Saya diberi ucapan selamat karena hasil kerjaan saya laku. Jadi kalo software nya berhasil release itu adalah sebuah pencapaian disana. Entah teman-teman beneran apa becanda, karena saya ga merasa melakukan hal yang berarti di projek itu. Itu hanya projek lama udah jadi, yang saya sesuaikan untuk customer baru. Huft. Bulan depannya saya resign.

Kemudian saya pindah kerja ke agen tiket online. Ceritera tentang agen tiket online ini sepertinya akan saya spesialkan ke dalam sebuah post tersendiri sebagai wujud rasa syukur saya setelah jualan tiket.

Bye.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s