[Review] Nikon Wireless Module, Transfer Foto Dari DSLR ke Smartphone !

Saat liburan tahun baru kemarin, saya pulang ke Bandung berencana menghabiskan gaji pertama saya. Rencananya sih, saya mau beli lensa Zoom Telefoto untuk kamera saya yang tak lama lagi akan berusia satu tahun. Saya mengincar lensa tele supaya bisa merekam jejak-jejak foto olahraga, portrait, dan candid dari jauh (stalker :D). Setelah beberapa minggu memantau forum fotografi dan toko online, pilihan jatuh kepada lensa Nikon AFS DX 55-200 F4-5.6 VR yang sepertinya akan pas disandingkan dengan lensa kit 18-55. Dengan harga yang tidak terlalu mahal, lensa ini sepertinya punya hasil yang cukup memuaskan untuk pemula. Walau tak mahal, tetap menguras sisa gaji saya sih đŸ˜›

Kemudian saya meminta izin pada ibu saya untuk membeli lensa ini. Walaupun pake uang sendiri, saya selalu meminta pendapat ibu saya untuk berbelanja barang-barang yang cukup mahal. Saat saya beritahu harganya, ibu saya mengerenyitkan dahi dan bilang, “Mahal dit, apa gak lebih baik uangnya ditabung?” Dan saya pun galau untuk membeli lensa baru. Dipikir-pikir, belum akan kepake juga sih kalo beli lensa tele. Akhirnya saya memutuskan untuk menjalankan plan B : yaitu membeli modul wireless DSLR nikon.

Kenapa modul wireless? Coba lihat dulu video ini

“If you ever wish you could share your great nikon images instantly, well, now you can” . Di era socmed seperti ini, saya pikir modul wireless akan sangat berguna supaya abis foto pake DSLR bisa langsung update ke Path, Instagram, Facebook, etc. Share them with the world. Dan juga, saya berencana ngoprek aplikasi androidnya đŸ˜› .

Untung saya sudah memikirkan pilihan lain supaya uang ini terkuras, hehe. Tanpa pikir panjang saya meluncur ke BEC, tepatnya toko CamZone yang sudah saya pantau juga online storenya. Setelah sampai di TKP, saya langsung menanyakan Nikon WU-1A wireless mobile adapter yang kompatibel dengan D5200 saya. Alhamdulillah masih ada stok satu lagi ! Setelah dicoba-coba, akhirnya saya boyong modul ini seharga IDR 650000, beda ceban sama di webnya.

Hands On !

Berdasarkan website nikonusa, modul ini kompatibel dengan COOLPIX p330, COOLPIX A, D7100, COOLPIX P520, D5200, COOLPIX P7800, D3300, COOLPIX P530, NIKON DF, NIKON 1 S2, dan D3200. Dilihat dari ukurannya, mungkin anda akan meragukan WU-1a, begitu juga saya. Tapi ternyata tidak. Dengan ukuran yang lebih kecil daripada uang koin 500 perak dan hanya mendapat power dari baterai kamera, benda ini ternyata mampu memancarkan sinyal radio dengan jarak hingga sekitar 10 m ! Apalagi modul ini dilengkapi dengan clip box dan tali sehingga saya pikir cukup aman dipasangkan ke tali kamera.

Dengan ukurannya yang mini, modul ini sama sekali tidak mengganggu saat kita mengoperasikan kamera. Jangan khawatir, petunjuk pemasangan clip box sudah tertera di guidenya yang lebih lebar daripada kertas koran.

Explore the Apps !

Sebelum menggunakan alat magic ini, jangan lupa download aplikasi Nikon Wireless Mobile Utility yang disediakan free di google play. Don’t forget to check compatibility with your smartphone. Kalau tak salah sih aplikasi ini belum mendukung OS android 4.4 keatas deh.

Pertama colok WU-1a ke female connector kamera anda. Jika sudah terpasang dengan benar dan kamera dinyalakan, lampu indikator warna hijau akan beredip. Jika sudah, nyalakan wifi dan buka aplikasinya. Anda akan mendapati 2 pilihan menu seperti diatas. Tapi jika belum terkoneksi, anda tidak bisa menekan button take photos. Lakukan konfigurasi wireless dengan menekan button bergambar sinyal di kiri atas dan akan otomatis masuk ke halaman wireless setting smartphone masing-masing. Jika sudah terkoneksi, maka lampu indikator pada WU-1a akan menyala still.

Untuk menu view photos, ada 2 pilihan lagi jika anda masuk kedalamnya

Pictures on camera adalah untuk melihat dan mendownload foto yang tersimpan di memory card kamera sedangkan pictures on smart device digunakan untuk melihat foto yang telah didownload sebelumnya. Mari kita lewat dulu, karena anda akan takjub melihat fitur take photos dari aplikasi ini.

Saat masuk take photos, akan ada dua pilihan kembali yang bisa anda lihat pada toggle button di atas yaitu gambar kamera dan gambar smartphone. Bila mengaktifkan mode kamera, maka anda cukup menaruh smartphone anda di saku dan mengoperasikan kamera seperti biasa. Foto akan didownload otomatis ke storage smartphone setelah shutter release.

Lalu yang agak-agak menakjubkan, sekalipun untuk anak elektro yang harusnya biasa aja ngeliatnya, adalah fitur live view dari HP! Kata videonya sih, remotely take pictures with your DSLR dengan jarak hingga 50 feet. Kemudian, kita bisa juga mengatur fokusnya loh! Bahkan tinggal menyentuh objek yang ingin difokuskan. Bahkan ini lebih mudah daripada menekan navigator di kamera untuk memindahkan AF area point. Wow !

Catatan, semua foto diambil dengan mengatur kamera pada mode full auto. Jika kamera pada mode manual, anda harus mengatur exposur sebelum memencet gambar tangan dengan smartphone. Bisa dilihat pada gambar diatas bahwa saat fokus berubah, shutter speed juga berubah jadi saya sarankan pakai mode auto saja. Jangan pula khawatir apps ini hanya perfect saat auto, jika kamera anda memiliki fitur scene atau effect, liveview pada aplikasi ini bekerja dengan perfect juga kok J

Check The Results !

Jika anda tidak mengatifkan opsi download otomatis, maka akan bisa download kemudian dengan memilih View pictures on camera. Tapi donwloadnya agak lama, sekitar 5 detik setiap foto dan setiap foto dikompresi sesuai setting pada aplikasi. Bisa juga sih mendownload foto originalnya, tapi lebih lama. Langsung saja, berikut perbandingan hasil foto original, original resized, dan donwloaded.

Foto hasil download [1620 x 1080 px, 1.31 MB]

Foto Original, Resized With Picasa [1620 x 1080 px, 438 KB]

Perbandingan diatas adalah apple to apple, yaitu pada ukuran yang sama. Foto sebelah kiri adalah foto yang didownload oleh apps, di resize otomatis dari 6000×4000 pixels menjadi 1620×1080 pixels. Foto yang pertama adalah foto original yang saya resize menggunakan google picasa 3 menjadi ukuran yang sama (sejauh ini resizer dan kompresi picasa yang paling memuaskan bagi saya). Dari gambar diatas, terlihat bahwa aplikasi ini bekerja sangat baik mempertahankan originalitas setiap titik dari foto.

Ingin membandingkan dengan foto originalnya? Sudah saya siapkan juga kok, tapi langsung perbandingannya saja. Sebab foto original terlalu besar untuk diupload (>6MB) dan mungkin akan dikompres oleh wordpress. Saya membandingkan menggunakan FastStone Image Viewer

Kiri : Original 6k x 4k px, 6.21 MB | Kanan : Downloaded 1620 x 1080 px, 1.12 MB

Foto baru terlihat pecah (sebelah kanan) setelah zoom in hingga 500%

Pada 2 perbandingan diatas, foto sebelah kiri adalah foto original berukuran 6k x 4k, sedangkan foto sebelah kanan merupakan foto hasil donwload aplikasi. Tidak terlihat perbedaannya hingga foto hasil download di zoom 500%.

Kiri : Original 6k x 4k px, 5.59 MB | Kanan : Downloaded 1620 x 1080 px, 309 KB

Pada perbandingan kedua pun, foto baru terlihat pecah saat di zoom 500%. Dengan perbandingan ukuran gambar yang 1/8 kali lebih kecil (hanya sekitar 1 MB) saya puas (hasil kompres picasa bisa 1/16 kali alias 500 KB, but well done for me). Eh tapi foto sepatu entah kenapa hasil kompres aplikasi lebih kecil dari picasa..

Satu lagi kelebihan dari combo WU-1a dan nikon wireless utility adalah Geotagging. Saya sempat terpikir untuk membeli modul GPS untuk kamera nikon yang harganya bisa lebih dari 2 juta. Tapi dengan ini, saya rasa tidak perlu, karena smartphone kita sudah memiliki semuanya. Foto yang di download oleh aplikasi otomatis menambah geographical identification metadata kedalamnya. Satu yang aneh, Exif metadata hilang pada foto yang didownload. Tapi tak apa deh, karena path dan instagram menampilkan peta, bukan data exif, hehehe. Catatan, Geotagging dilakukan saat foto didownload, bukan shutter release. Dan smartphone anda tentu harus memiliki sensor GPS J

Conclusion

To sum up, saya cukup terkesima dengan modul wireless berukuran mini seperti modul xBee ini. DSLR tentu akan menjadi semakin berguna dalam berbagai keadaan jika digabungkan dengan kemampuan smartphone. Tak perlu lagi transfer data lewat komputer, tak perlu membeli remote shutter release (bahkan bisa liveview), and you can directly share your photo to the universe ! transfer foto yang memakan waktu dan jarak yang ‘hanya’ 10 meter rasanya dibayar tuntas dengan hasil kompresi foto yang memuaskan. Untuk kamu yang orangnya socmed update banget, dan seneng fotografi, I think you must add this to your must have list !

Advertisements

12 responses to “[Review] Nikon Wireless Module, Transfer Foto Dari DSLR ke Smartphone !

  1. walau sudah satu tahun yang lalu, semoga masih aktif sih hehee
    mau tanya, kelebihan dan kekurangannya apa ya beradasarkan pengalaman? Dan apakah wu-1a ini kompatible dengan flash external? Terima kasih.

    • Kekurangannya : ada delay antara kamera digerakin dan liveview di hp. Tapi masih wajar. Terus download fotonya relatif lambat sih, krn teknologi udah agak lama mungkin ya. Cukup boros batre
      Kelebihannya : kecil, praktis dibawa, pasang, copot, pasang lagi. Secara fungsional berguna banget, works 100%

      Untuk flashnya kurang tau deh, belum coba

  2. Maaf mumpung komen Dan bertanya. Saya coba pake aplikasinya Dan be kerja dengan baik. Tapi sekarang di Android tidak muncul gambar yg mau dishoot. Laura di Android abuabu aja Dan di kameranya masih bisa diintip kenapa ya? Tapi dikulum di Android bisa Dan jadinya muncul

  3. mas knapa yah dlu awal gambar bisa dilihat di hp, bisa difokuskan lewat hp ,,tapi skrang gak kliatan live view dihp,, cma bisa tekan tombol shutter d,hp doang tanpa kliatan gambar yg mau d,shoot ..tpi ntar hasilnya bisa dilihat..

    • Udah pastikan batre kamera dan hp cukup?
      Terutama batre kamera, soalnya modul wifi butuh daya dari batre juga kan

  4. mas klo punya saya buat fto lewat hp android kdang bisa kadang g untuk fitur kamera koneksi ke hp androidnya? apakah kamera saya rusak apa ada salah pngTuran

  5. untuk nikon 1J5 gabisa mentransfer video keHPyah? cmn untuk foto saja video sudah saya coba gabisa, aplikasi untuk mindahin video apa yamas? terimakasih. respon#bertanya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s