DIY Home Automation, Berinteraksi Dengan Alat Elektronik

Niatnya sih, niatnya, saya mau cerita tentang kerjaan dan kehidupan setelah 2 minggu menguras keringat di Jakarta (keringetnya cuma abis di jalan sebenernya). Tapi berhubung aktivitas di kantor baru training doang, dan saya rasa masih terlalu newbie untuk menyimpulkan ibukota dengan hal buruk, saya urung menulis begituan. Alhasil saya cuma mau ngerandom pamer eksperimen ala-ala dan aktivitas selama pengangguran, plus cerita beberapa harapan saya di usia tua.

Di tulisan sebelumnya, saya sudah bikin tutorial ala-ala tentang komunikasi android sama ATMega lewat bluetooth. Kemudian saya baca blog seseorang dan mengantarkan pada sebuah video tentang home automation yang sangat cool. Coba liat

Cool, isn’t it? Yes, saya bayangin semua aktivitas yang berhubungan dengan peralatan elektronik-mekanik rumah tangga cukup dilakukan dengan ngomong dari jauh. Tidak perlu lagi kamu teriak-teriak nyuruh orang untuk matiin lampu teras. Semua bisa dilakukan sambil tidur-tiduran di kasur. Nah berhubung eksperimen sebelumnya adalah android ngatur led, saya coba aja tuh ngoprek lagi codingan android supaya bisa melakukan suatu action melalui perintah suara alias voice recognition. Tidak lebih dari 2 jam jadilah video ini

Pardon my english 😛 ,beberapa kali perintah saya gagal direcognize sama android. Haha. Jadi di aplikasi yang saya buat itu kita bisa kasih command :

Turn on/off [color] : warnanya ya red, green, atau blue. Turn on nyalain satu warna dengan luminous intensity maksimum, dan turn off matiin satu warna. Tapi jadinya gabisa bener-bener mati tuh lednya, kemungkinan karena low-level output current atmega terlalu besar untuk matiin led.

[color] XX percent : XXnya range 0 hingga 100. Jadi semua input yang dilakukan dengan touch interface, yaitu ngeslide kanan kiri untuk ngatur intensitas cahaya, bisa dilakukan semua dengan speech recognition. 😀

Yang ada di bayangan saya adalah kalau handsetnya tidak pakai mobile phone lagi, tapi diganti dengan google glass. Kece abis. Lengkap sudah fasilitas untuk manusia malas, hahaha

Eksperimen itu saya bikin beberapa hari sebelum hari pertama kerja. Yah, meskipun pekerjaan saya sekarang gaada hubungannya sama itu, but someday i hope, i can have my own electronics workshop/lab and store. I want to make creative and cool things. Sebab beberapa bulan belakangan saya banyak sekali terinsipirasi dari channel-channel sparkfun, adafruit, make, dan video-video electronics DIY lainnya. Kalau dari lokal, channel dan blognya Duwi Arsana, serta tokonya gerai cerdas lah yang menginspirasi. Setua-tuanya di umur 40, saya harus sudah bisa  ngegaji orang. Hehe… Saya harus menggeser Anam electronics yang jualannya mahal, digantikan dengan smart store saya. yang bukan hanya jualan, tapi mengedukasi dan bikin komunitas elektronik/robotika dan mroyek.

I want to be an enterpreneur, definitely. Enterpreneur ga harus yang besar-besar kan ya? Tapi nanti, kalo udah berduit. Besok kerja dulu, salam !

sumber featured image : blog.nxp.com/home-automation-smart-lighting-gets-you-in-the-door/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s