Menghitung Sendiri Pemakaian Listrik

Minggu lalu, tepatnya di hari selasa malam, saya kaget melihat meter listrik prabayar di rumah yang ternyata hanya menyisakan 1 kWh. Saya kaget sebab baru saja kira-kira 10 hari sebelumnya sudah isi ulang token listrik senilai 100000. Mungkin bagi konsumen listrik pln dengan daya tersambung 2200 VA, jumlah ini adalah wajar. Disamping pemakaian listrik orang yang cenderung boros, jangan lupa bahwa tarif tenaga listrik juga sudah naik lho. Untuk golongan R-1 dan R-2/TR, yang mana merupakan listrik rumah tangga 1300 VA dan 2200 VA, pada 2013 lalu tarifnya per kWh tidak lebih dari 1000 rupiah. Tahun 2014 ini, tarifnya berangsur naik hingga sekitar 1300 per kWh.

Penyesuaian TTL 2014 (sumber : pln.co.id)

Penyesuaian TTL 2014 (sumber : pln.co.id)

Yang membuat saya kaget bukan karena tarifnya tiba2 jadi mahal, tapi baru tahu kalo bayarnya emang mahal. Bingung?

Jadi gini, alkisah saya pindah ke rumah yang sekarang saya tempati Januari 2013, yang listriknya adalah listrik prabayar . Karena saya baru pake nih listrik prabayar, saya belum tau biaya listrik perbulannya berapa. Ternyata eh ternyata, biaya yang dikeluarkan untuk listrik terasa jauh lebih murah. Kalau di rumah dulu (pasca bayar) biasanya sebulan 300 ribu, padahal cuma 1300 VA, listrik yang sekarang cukup isi ulang token 100000 bisa bertahan 3 minggu bahkan lebih dari sebulan. Lalu rezeki mengalir di tahun 2014. Di tengah tahun, yaitu sekitar bulan Juli, saya baru sadar sudah lama banget ga isi ulang. Kata ibu saya, terakhir dia ngisi adalah tanggal 1 mei 2014.

Di hari pertama bulan September, rezeki berhenti. Diawali dengan pipa pompa air yang bocor, pompa jadinya nyala terus. Entah sudah berapa jam itu pompa air ratusan watt nyala. Dateng-dateng ke rumah malem hari, sudah gelap gulita. Akhirnya, setelah 4 bulan merasakan “listrik gratis”, saya isi ulang lagi dengan nominal 100 ribu, dapet 75.2 kWh. Setelah 2 minggu, saldo listrik ternyata sudah berkurang banyak sampai alarm meter listrik nyala. Saya pikir wajar sih ini 2 minggu 100 ribu jadi saya pun isi ulang lagi dengan nominal yang sama.

Petaka datang seminggu kemudian (tidak lain tidak bukan selasa malam yang saya bilang di awal). Baru 9 hari ternyata meteran ini minta makan lagi. Kalau dihitung-hitung berarti pemakaian listrik saya setiap harinya 75/9 = 8.3 kWh. Masih masuk akal sih, tapi berhubung penghuni rumah cuma bertiga, apalagi yang siang pake listrik cuma saya (maklum nganggur), saya kira ini terlalu boros. Benar saja, lampu indikator berwarna kuning (tamper) nyala. Kalau saya lihat di situs pln, lampu indikator kuning nyala menandakan ada yang tidak beres dan harus segera menghubungi pln. Namun karena sudah malam, saya putuskan untuk isi ulang lagi saja 100 ribu, dan besoknya baru hubungi pln. Tapi besoknya saya lupa hubungi pln hingga akhirnya di malam hari lagi-lagi saldo berkurang banyak sampai 10 kWh. Bahkan ditinggal tidur pun saldo berkurang 5 kWh.

kWh meter dari PLN, lampu tamper (kuning sebelah kiri) nyala

kWh meter dari PLN, lampu tamper (kuning sebelah kiri) nyala

Hari kamis saya putuskan untuk menganalisis sendiri kenapa listrik jadi boros, apakah karena ada barang yang dayanya besar, instalasi buruk, mcb rusak, atau meter listriknya yang rusak. Mungkin ini bisa dilakukan juga buat anda yang ingin ngecek kok listriknya boros. Sebelum nyalahin pln, cek dulu mungkin rumah anda yang tak betul.

  1. Matiin saklar di kWh meter (milik PLN). Saya tunggu beberapa menit dan saldo ga berkurang, berarti ga salah nih meteran.
  2. Hidupkan kWh meter, tapi semua MCB off. Saya tunggu 15 menitan dan saldo ga berkurang juga, berarti sambungan antara meter pln dan MCB no problem. Kemungkinan berarti instalasi listrik  atau alat elektronik bermasalah.
  3. MCB saya ON kan SATU PERSATU. Dan pastikan semua barang yang memakai listrik di rumah sudah mati. Ini sudah saya lakukan, bahkan semua listrik jala-jala saya cabut. Saldo TETAP ga berkurang, dan tak ada satu saklar pun (di MCB) yang turun (off). hmm berarti ga ada arus bocor di dinding atau masalah instalasi saya pikir..
  4. Kemudian yang pertama saya nyalakan adalah kulkas. Rating yang tertulis di kulkas adalah 90 watt. Setelah 20 menit HANYA kulkas yang nyala, saldo berkurang 40 wH. Berarti daya rata-ratanya 40:(20/60) = 120 watt. Kelebihan ini mungkin disebabkan karena kulkas baru nyala yah jadi tarikan awalnya lebih kenceng. Tapi setau saya rating alat elektronik yang tertulis adalah rating maksimumnya.. jadi kemungkinan lain adalah karena kulkasnya udah berumur puluhan tahun? entahlah. Tapi kelebihan itu saya tolerir saja, berhubung ga punya alat untuk ngukur daya/energi di rumah.

Setelah eksperimen selama satu hari, dengan peralatan yang nyala cuma kulkas, laptop, modem, eksperimen saya tidak berkesimpulan. Sebab hingga sore, hanya berkurang 0.5 kWh yang wajar karena pemakaian kulkas 90 W.

Jumat pagi akhirnya saya bersama mama ke pln ujung berung untuk komplain. Petugasnya sih bilang bahwa sebulan bayar lebih dari 200 ribu itu wajar. Untuk lebih meyakinkan, saya minta histori pembelian token PLN supaya tau sebenernya berapa saya lazimnya pakai listrik. Tapi saya kaget karena data yang terekam hanya ada dari bulan Mei yang merupakan pembelian terakhir sebelum rezeki datang. Petugas menyebut bahwa saya baru 4 kali isi ulang listrik prabayar yaitu sekali bulan Mei, 3 kali September. Saya menanyakan kok bisa yang tahun 2013 tidak tercatat, dia bilang tidak tahu, malahan saya yang jadi malu karena tidak melapor dapet listrik gratis 4 bulan (yah siapa juga yang komplain dapet rezeki, eh tapi jangan dicontoh deng :v hehe kasian pln rugi terus)

Petugas bagian komplain pln ujung berung akhirnya mengutus petugas pln yang berkeliling untuk mampir ke rumah saya. Saya pun pulang, dan pln ini sigap banget. baru 20 menitan di rumah eh petugas udah datang. Dua orang petugas dengan kemeja PLN mengamati sebentar kWh meter. Kemungkinan untuk melihat apakah konsumen merusak kWh meter untuk berbuat curang, sebab kWh meter prabayar ini sangat sensitif terhadap berbagai kecurangan (dengan metode tertentu). kWh meter saya aman, iya lah karena saya bukan pencuri listrik. Kemudian dua petugas ini melakukan poin 1 hingga 3 seperti yang saya lakukan diatas dan mendapat hasil yang sama seperti saya. Petugas menduga yang salah instalasi listrik, meskipun sudah saya bilang saya pun sudah mengetesnya sendiri. Waktu saya minta mereka untuk mengecek instalasi di rumah, mereka menolak beralasan “itu bukan kewajiban PLN”. Akhirnya mereka merekomendasikan orang yang berwenang/memiliki kemampuan untuk itu yaitu dari badan pemeriksa instalasi listrik mitranya pln yang beralamat di jalan Mohammad Toha. Petugas pun pulang, lagi-lagi tanpa hasil.

Setelah menimbang-nimbang, saya dan mama putuskan untuk melihat dulu selama beberapa minggu bagaimana pemakaian listrik di rumah. Jika ternyata makin boros saja, harus ditindak lanjut, tapi kalau stabil sebulan 250 ribuan sih.. ya terima aja deh. Sebab pemeriksaan instalasi listrik bukan pekerjaan mudah. Untuk mendeteksi kemungkinan bocor kabel-kabel yang tertanam di dinding pasti tidak mudah, bisa-bisa dibobok nih tembok. Jadinya saya putuskan untuk ngerecord data kWh aja dulu…

Kemaren, 1 Oktober malam, tepat 8 hari setelah terakhir saya mengisi ulang listrik sebesar 75 kWh. Dari data-data yang saya kumpulkan, diolah di excel, keluarlah grafik-grafik ini

Pemakain energinya makin lama makin curam ya meski ga siginifikan

Pemakain energinya makin lama makin curam ya meski ga siginifikan

Rata-rata konsumsi daya di rumah. 9 waktu sampel acak

Rata-rata konsumsi daya di rumah. 9 waktu sampel acak

Lumayan belajar bikin step chart :p hehe. Jadi dari grafik yang bawah itu kelihatan kalau rumah saya boros listrik. Cuma 2 kali dibawah 200 watt, itupun saat pompa air, ac, dispenser saya matikan. Oh ya vertical major gridlines diatas menunjukan pukul 00.00 yah, jadi terlihat di 5 hari pertama (waktu sampel banyak) kalau pemakaian listrik saya malem-malem melonjak drastis. Data diatas belum bisa diamati dengan valid sih, soalnya saya nyatet saldo meteran ga tentu, kadang malem, kadang pagi, kadang 1 hari lupa. Satu bulan lagi semoga lebih bagus deh, yang penting pemakaiannya stabil dan masih di batas wajar. hehe

Sudah dulu, mungkin tulisan selanjutnya akan tentang mengukur pemakaian listrik, soalnya saya juga sudah mendata semua alat di rumah yang menggunakan listrik. he he

Advertisements

One response to “Menghitung Sendiri Pemakaian Listrik

  1. Yth. Pak Adhyt
    Saya baru baca posting pak adhyt dgn judul MENGHITUNG SENDIRI PEMAKAIAN LISTRIK. Dan krn bbrp bulan ini saya merasakan hal yg sama listrik dirumah saya dan sedang sibuk memerhatikan serta menghitung pemakaian listrik dirumah saya yg bila saya hitung per bulan nya saya beli pulsa listrik 600rb (daya 1300kwh, dgn rumah kecil), setelah saya hitung tiap harinya pemakaian bisa rata-rata 11-12kwh.

    Sampai akhir tulisan pak Adhyt tsb belum ada ketahuan apa yg menjadi penyebab (sepertinya) borosnya pemakaian listrik dirumah pak adhyt.

    Yg saya mau tanya, skrg sdh ketahuan ga ya Pak permasalahan borosnya listrik pak Adhyt?

    Semoga masalahnya sama dgn listrik dirumah saya.

    Salam

    Erikson

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s