Movie Review : “Memories of Murder”, Another Korean Crime-Thriller

Actually it was released in 2003 so word another seems not suitable for this great, and perhaps a precursor of the actual another detective movie. Tapi karena saya baru nonton (ngiranya rilis 2013), jadi yah saya bilang another dan coba bandingkan dengan film-film thriller yang udah lebih dulu saya tonton. Dan akhirnya, rating di IMDb memang tidak berbohong. Film ini pantes dapet nilai 8.1 dan ikutan mejeng di top 5 korean movie versi rating IMDb. Sumber. Dan lagi-lagi, dari sekian film korea bergenre thriller, tak satupun yang mengecewakan saya. Khususnya crime-thriller. Entah mengapa film-film korea yang mengangkat kisah kepolisian selalu seru dan ngena banget. And this one too has something different, I recommend this.

Plot

Langsung aja ke filmnya ya. Begitu mulai langsung ada note “based on true story of unresolved criminal investigation”, jadi film ini diangkat dari kisah nyata yaitu sebuah pembunuhan berantai – Hwaseong serial murders. yang terjadi di korea tahun 1986-1991. Seperti kejadian aslinya, film ini berlatar di provinsi Gyeonggi, akhir tahun 80an dimana itu merupakan zaman kediktatoran militer Korea Selatan. Detektif Kang Doo Man (Song Kang Hoo) dihadapkan pada suatu kasus dimana ditemukan mayat 2 wanita di sekitar areal ladang padi. Penyelidikan menunjukan adanya kesamaan antara 2 mayat ini, yaitu wanita muda cantik yang diperkosa sebelum dibunuh dengan cara yang sama. Karena tidak adanya bukti dan saksi, Doo Man beserta rekannya detektif Young Gu kesulitan melakukan investigasi sehingga akhirnya mereka memakai cara mereka yang biasa mereka lakukan, yaitu menyiksa tersangka agar terpaksa mengakui perbuatan yang tidak dilakukan.

Kisah menjadi menarik ketika detektif Tae Yoon (Kim Sang Kyung) yang pintar, datang dari Seoul untuk ikut menyelidiki kasus ini. Adegan-adegan menegangkan pun mulai terjadi ketika detektif pintar ini menemukan beberapa petunjuk tentang pembunuhan dan menyangka akan ada korban berikutnya dengan modus operandi yang sama. Dengan caranya masing-masing, ketiga polisi ini berusaha menangkap pembunuh sebenarnya, tapi selalu berujung pada kegagalan meski banyak tersangka yang dicurigai. Lagi-lagi tidak adanya bukti dan saksi serta munculnya misteri baru membuat penyelidikan makin rumit dan korban masih tetap berjatuhan.

Review

Belum sampai klimaks apa-apa, para detektif sudah mengumpulkan banyak tersangka dan akhirnya menyatakan bersalah seorang remaja lelaki yang agak idiot. Saya langsung mengira film ini akan seperti The Chaser, dimana dari awal pemeran antagonis langsung terlihat dan tertangkap, namun kejahatan tetap berlanjut dengan kecerdikan pelaku dan berbagai teka-taki. But like I said, this one is different. Ternyata semua tersangka salah duga. Tidak ada teka-teki membingungkan atau petunjuk yang biasanya – di film-film detektif lain – membuat penonton akan ikut menduga-duga siapa pelaku kejahatan seakan terbawa menjadi detektif. Memory of Murderer just gives some little clues which in the end don’t lead to anyone being accused. Karena memang petunjuk-petunjuknya ga nyambung satu sama lain, saya rasa film ini hanya menggiring penontonnya supaya jadi penasaran tanpa bisa ikut mengira-ngira. Dan memang ya, pada akhirnya tidak ada pembunuh yang DITANGKAP. Karena itu pula sampai akhir kita tidak tahu pasti apa motif pembunuhan berantai (iya lah kasus aslinya aja unresolved). But that make another difference than typical korean thriller – including oldboy- , there is no revenge in MoM.

Jadi apa yang bikin film ini seru? ya itu tadi, penonton cuma dibuat penasaran sambil terus ngeliat ini udah menit berapa kok pelaku belum jelas juga…. Durasinya terlalu lama dan jarang ada klimaks, tapi itu hebatnya. Meskipun durasinya lama, MoM tidak datar gitu aja. Mungkin karena pembawaan aktor-aktornya juga yang bagus sih, apalagi di film ini sang sutradara berhasil menyelipkan beberapa humor di tengah ketegangan. If you like your mood to be heavily stimulated, or search for adrenaline-rushing film, you’ll be satisfied with The Chaser or The Man From Nowhere. Kalo mau yang teka-teki, Blind juga lebih bagus. Sadis? I Saw The Devil jauh lebih parah. Yang membuat MoM patut dapet rekomendasi sih menurut saya adalah karena dapat mengombinasikan itu semua secara pas, dan membuat penonton greget salah sangka mulu.

Mengutip dari salah satu reviewer di IMDb, “This is a movie that alters your expectations and changes your view of things. Its impossible to guess whats going to happen simply because the twists and turns are so unexpected.” Itu banget deh. Dan juga satu esensi lagi bahwa jangan terlalu terpaku sama hasil. Yang akan mengubah waktak seseorang bukanlah hasil, melainkan proses. Lastly, one extra fact :  The total amount of suspects for Hwaseong Serial Murder case grew to enormous numbers, eventually ending with a total count of 21,280 individuals. Satu kampung tersangka kejahatan.

Rating ★★★★★★★★★☆

beberapa referensi :

http://movfreak.blogspot.com/2012/05/memories-of-murder-2003.html

http://www.imdb.com/title/tt0353969/

Advertisements

3 responses to “Movie Review : “Memories of Murder”, Another Korean Crime-Thriller

  1. gue ga bisa sebut film ini bagus tapi nyatanya sampe sekarang, gue masih mikir sosial function film ini. Bikin gue puyeng.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s