ITB life : sophomore (1)

“Alhamdulillah teknik _____ 20xx “. Kata-kata seperti itu pasti akan banyak dijumpai pada timeline anak ITB sekitar akhir bulan Juni. Yap masa-masa itu biasanya adalah pengumuman penjurusan, dimana akhirnya mahasiswa tingkat 1 melepas status mereka yang sering dianggap anak bawang : TPB. Berlaku juga buat saya yang isinya, Alhamdulillah Teknik Elektro 2010.

Buat banyak orang, termasuk saya, waktu-waktu ini jadi momen untuk aktualisasi diri. Kalo kata Maslow, aktualisasi diri dapat diartikan sebagai perkembangan yang paling tinggi dan penggunaan semua bakat, potensi, serta penggunaan semua kualitas dan kapasitas secara penuh. Lebih tepatnya sih naik tingkat 2 itu belajar aktualisasi diri, dan belakangan saya merasa setiap tahun terjadi aktualisasi dalam diri saya. ceileh. Yaa intinya banyak orang menjadikan ini sebagai titik balik dan baru ngerasa bener-bener mahasiswa ya mulai tingkat 2 inilah. Nah izinkan saya melanjutkan campus traffic love story saya yang merupakan sequel dari ITB life : freshmen. Biar gampang dan enak nulis dan bacanya, kisah ini akan dirunut kronologis ya. Enjoy 🙂

OSKM

Sebelum pengumuman penjurusan, diklat OSKM udah mulai lebih dulu sehingga inilah momen pertama saya sebagai sophomore. Seperti cerita saya sebelumnya, taplok saya setahun sebelumnya lah yang membuat saya tertarik untuk ada di posisi ini pula di oskm 2011. Secara garis besar sih diklat oskm ini seru, but sorry to say and to be honest, diklatnya kebanyakan pembodohan terutama diklat panitia divisi lapangan, setidaknya diklat taplok yang saya ikuti (meski saya liat diklat keamanan pun banyak betul pelonconya). Maksud pembodohannya bukan waktu becanda ala taplok ya, itu mah kocak. Yang saya sesalkan adalah disini rasanya benar-benar diposisikan bahwa pengkader selalu benar dan peserta kader selalu salah. Lalu saya mulai enek di tengah-tengah diklat divisi lapangan ini, sampai akhirnya sekitar 20 orang anak elektroteknik (waktu itu udah penjurusan) dinyatakan tidak diterima sebagai taplok gara-gara gak ngerjain tugas. Nah disitu muncul kesolideran kami yang tak diterima dan mencoba ngeloby -beberapa teman melawan- para panitia. Akhirnya tinggal beberapa yang tetep ga diterima, dan saya berhasil menjadi taplok di kelompok 17 bersama ryan sama sekar 🙂

Hari-h oskm pun dimulai berbarengan dengan hari pertama Ramadhan di tahun itu. Tantangan emang, ini pertama kali oskm di bulan ramadhan dimana kita capek seharian beraktivitas. Sebenernya ngga sih karena taplok banyakan tidur nungguin maba. hehehe. Tugas taplok intinya yaitu mengenalkan maba pada ITB, dan menjaga keamanannya selama oskm. Disini saya merasa jadi saya yang bukan biasanya, karena tiap selesai interaksi satu hari saya bener-bener mastiin semua anak kelompok tiba di rumah dengan selamat, telponin satu-satu, nganter yang pulangnya belum jelas, bahkan nyusulin ke rumah anak kelompok di Cimahi gara-gara dia ga respon sms dan call. Padahal banyak taplok lain yang santai-santai selow, katanya itu maba udah gede lah, tapi entah kenapa saya ngerasa bertanggung jawab banget waktu itu. Udah berasa jadi abang/pacar/homoannya maba :)) hahaha.

Yah seperti saya bilang tadi diklat emang banyak pembodohan. Tapi diluar itu semua, punya andil di momen tahunan terbesar kampus jelas meninggalkan kenangan tersendiri, tak terlupakan, dan nambah banyak banget teman walaupun sekarang tinggal sebutir-dua butir yang masih nyapa,eh. Tapi intinya lo harus jadi panitia oskm meski di divisi apapun  deh.

Kelompok 17 oskm 2011 :3

Kelompok 17 oskm 2011 :3

Masa Bina Cinta (ospek himpunan mahasiswa jurusan)

Entah kenapa dan sejak kapan nama ospek himpunan kami, himpunan mahasiswa elektroteknik sangat romantis seperti itu. Yang jelas dosen-dosen pun jika bicara soal ospek, sudah menceritakan mbc alias masa bina cinta. Osjur ini adalah kaderisasi ketiga yang saya ikuti di kampus. Sebelum oskm ada yang namanya PLO, profession and leadership orientation atau kata orang sih ospek fakultas untuk mahasiswa tingkat 1. Saya skip soalnya ga berkesan.

Kembali ke osjur, MBC saya rasa adalah ospek terbaik dan paling mendidik di kampus. Maaf ini subjektif, soalnya emang ga ngebandingin sama osjur lain, pengen aja bangga-banggain, haha. Tapi seengganya jumlah pembodohan di mbc ini sangat-sangat sedikit. Saya sih ngeliat osjur lain masih banyak yang marah-marahin calon kader, ngetawain kader ramai-ramai, dan kontak fisik. Mungkin ini ga jelek bagi mereka, khusnuzon aja sebab bisa saja kuliah dan keprofesian bidang mereka nantinya memang akan keras seperti itu sehingga harus ‘diperkenalkan’ sejak dini. Tapi di MBC? boro-boro. Senior berdiri – junior duduk aja diprotes loh sama dosen, apalagi marah-marah, apalagiapalagi nyuruh push up. Kecuali yang terakhir, masih dilakukan sih sedikit-sedikit yang mungkiiin demi menegaskan bahwa kita ada dalam konteks kaderisasi. Bukan untuk sok-sok senior selalu benar, tapi seengganya agar peserta kader hormat dan ga kelewat batas sama panitianya.

pro seniro hormato elektro gerako ! ? vivato hme !

pro seniro hormato elektro gerako ! ?
vivato hme !

Bagi saya, yang paling terasa dari MBC adalah : tugas dan kenal. Tugasnya banyak banget, orangnya banyak banget. Total seangkatan saya 261 orang termasuk anggota muda (tidak ada non-himp di HME) dari 3 jurusan yaitu elektro, telekomunikasi, dan power. Halaman wordpress ini pun, berawal dari tugas mbc dimana juniro-bonita (sebutan tingkat 2 hme) diperintahkan untuk membuat resume harian dan mempublish lewat blog. Tugas foto-foto segala macamnya pun cukup diupload dan dipost pada blog. Smart. Kita ga usah ngabis-ngabisin kertas yang akhirnya saya yakin cuma bakalan jadi sampah. Sayangnya ini kejadian. Sampah itu menumpuk di tahun berikutnya. Terimakasih panitia tugas blognya masih saya lanjutkan sampai sekarang 🙂

Masalah kenal, saya yakin ini urgensinya tinggi terutama untuk kami yang akan bernaung dalam satu himpunan. Seminimal mungkin kami harus kenal satu sama lain karena jurusan akan terus mempertemukan hingga lulus nanti. Kami tidak harus akrab, cukup kenal saja kok, dan itu pun butuh perjuangan. Ya memang mengenal orang lain harus dipaksakan, urusan akrab adalah gimana proses.. proses kenal-mengenal di mbc ini berefek jangka panjang loh. Buat saya sih, karena saya pernah kenalan (dan anak satu him) maka saya bisa menyapa di jalan. Bayangkan kalo ga kenalan di mbc dan suatu saat butuh gitu, akan cukup awkward mungkin. Dan ini sepertinya terasa buat, maaf, anggota muda yang juga tidak aktif dimana-mana. Mindset seperti ini sih yang seharusnya dihilangkan, mindset bahwa mereka telah salah tidak mengikuti kaderisasi, tanggung sendiri akibatnya. Harusnya yang terlintas adalah pertanyaan mengapa mereka memilih tidak aktif, dan bagaimana agar bisa tetap keep in touch w them karena kesadaran berada pada keprofesian yang sama-pasti saling butuh.

Tugas MBC

MBC (4)

Cerita lain tentang saya di mbc adalah saat saya menjadi wakil ketua proyek angkatan, sebuah tugas yang dibuat panitia untuk mengevaluasi mbc dari sisi peserta. Ketua proyek sendiri adalah Manu, dari power. Manu, saya, dan beberapa stakeholder proyek lainnya rela meluangkan waktu yang sudah memasuki libur osjur untuk berkumpul, brainstorming, dan tinjau lokasi sana-sini. Dan juga waktu itu sudah masuk bulan puasa.

Proyek angkatan kami dinamakan proteus (proyek elektroteknik untuk semua). Proteus adalah sebuah community development yang menitikberatkan pada penyediaan air bersih untuk desa yang tertinggal. Setelah tinjau lokasi beberapa kali, waktu itu kami menjatuhkan pilihan untuk comdev di Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung. Disana warga menggunakan air yang mengalir di sungai-pinggir jalan lintas utama- untuk kebutuhan sehari-hari. Airnya kotor dan warga pun ada yang mengatakan itu menjadi masalah yang mereka pun sudah sadari. Belum lagi disana banyak yang nyantol listrik. Fix deh disana, pikir kami para anak kemarin sore yang bahkan sebenarnya belum mengerti comdev itu apa dan bagaimana stepnya.

VIVATO HME!

Desa di Majalaya

Pertemuan mbc pun datang lagi setelah rehat lebaran, dan para kader kembali dengan tanggung jawabnya atas comdev yang telah di-propose. Seperti kata saya tadi bahwa kami adalah anak kemarin sore. Walhasil : cacat. Kita berpikir out of the box, tapi kemampuan kita is really locked inside that box. Kita berpikir mempunyai sepiring nasi, lalu melihat bahwa desa itu membutuhkannya, padahal sebenarnya si desa udah berkecukupan dengan makan sagu. Celakanya, ternyata kita pun masih mencari sesuap nasi ! hahaha lucu memang. And later as I became senior, I realized that my senior was also stupid, giving us such project. Tapi bukan salah panitia juga sih, ini mah emang ngonsepnya imperfect, da susah atuh kan mikirnya ideal-ideal namanya juga mahasiswa. Gagal lah proyek kami.

And the inauguration day is coming. Dan inilah momen mbc yang paling akan saya ingat. Buat kalian tau, pelantikan anggota biasa hme itb beda dari yang lain. Iya sih marah-marahan dulu awalnya, tapi di tengah-tengah kami dibuat ketawa sampai ga kuat pengen nangis gara-gara senior-senior tingkat akhir yang becanda keterlaluan. Luar biasa sampai-sampai ada komandan berkuda. Kamu pasti ga akan menyangka, di tengah-tengah baris-berbaris ala ospek, ada peserta kader interupsi maju ke depan lalu bilang “SAYA KEBELET PIPIS”, dan di kesempatan kedua dia maju kedepan dia bilang “teman-teman mahasiswa, ini semua pembodohan”, dan itu semua ulah swasta. Walau akhirnya menjelang pelantikan serius lagi, but for sure momen ini bikin saya jatuh cinta sama HME. Dua tahun lagi saya juga harus membuat junior saya ketawa, pikirku. hehehe

Danlap berkuda. Izin ngepost fotonya, kak. :)

Danlap berkuda. Izin ngepost fotonya, kak. 🙂

Kesimpulan, seperti biasa kaderisasi ituu : mbc indah untuk dikenang, tidak untuk diulang.

Nah kan jadinya kepanjangan kalo nulis MBC. Lanjut kapan-kapan deh sophomore part 2 🙂

spoiler part 2 : HME freestylers !

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s