Round of 16 Review : Ajang Unjuk Gigi Penjaga Gawang

Di tengah suasana pemilu, perbolehkan saya mengulas sedikit saja tentang perdelapan final piala dunia 2014 (telat sih, besok udah ada semifinalis). Sebelumnya mari kita ingat tilas balik penyisihan grup dimana piala dunia sekarang menciptakan rekor baru : 136 gol tercipta pada fase grup, enam gol lebih banyak dari rekor gol fase grup korea-jepang 2002. Rekor lain juga tercipta saat Kolombia sudah memastikan satu tempat di quarterfinal dan dalam posisi unggul 4-1 atas Jepang. Kiper mereka, Faryd Mondragon menjadi pemain tertua yang pernah tampil di piala dunia yaitu pada usia 43 tahun, memecahkan rekor Roger Milla di piala dunia 1994 yang kala itu 42. Hal menarik lainnya dari fase grup adalah penampilan apik dari kiper-kiper beberapa tim. Ospina (Col), Enyeama (Nga), Mbolhi (Alg), dan Ochoa (Mex) mampu menyedot perhatian publik mengalahkan kiper-kiper kelas dunia sekaliber Casillas, Hart, dan Buffon yang tak mampu membawa timnya lolos. Keperkasaan kiper berkanjut hingga babak perdelapan final.

Review Perdelapan Final

Perdelapan final berlangsung lebih ketat, apalagi jersey pemain Uruguay. Terbukti dari tidak banyak gol yang tercipta, setidaknya di babak 1. Dari total 720 menit waktu normal, hanya ada 4 gol yang tercipta di 45 menit pertama. Bahkan 2 gol diantaranya tidak cukup untuk memastikan kemenangan yaitu saat Chile memaksa tuan rumah merayakan kemenangan setelah adu tendangan penalti. Tercatat hanya Kolombia, yang mampu mengamankan skor akhir sejak babak 1. James Rodriguez menjadi pahlawan dimana dia menciptakan rekor individu (gol setiap pertandingan, 5 of 4) dan rekor negara (lolos perempat final).

Prancis harus menunggu menit 80 hingga akhirnya Pogba memecah kebuntuan Prancis menjebol gawang Vincent Enyeama. Sementara Belanda baru bisa menyamakan kedudukan 2 menit menjelang bubaran setelah meksiko, dengan pertahanan solid, memimpin selama 40 menit. Meksiko harusnya bisa bernafas lebih lama jika saja penalti kontroversial di menit 90+4 tidak diberikan wasit setelah Robben terjatuh di kotak terlarang. Man marking dan pressing yang diterapkan Meksiko membuat Belanda sulit menembus pertahanan mereka hingga berhadapan dengan kiper, Guillermo Ochoa. Nama terakhir bahkan menjadi Man of the match walaupun negaranya tersingkir.

2014 World Cup Quarter Final Goals Timeline

Lima pertandingan lainnya, tidak cukup 90 menit untuk menentukan pemenang. Kiper Brazil Julio Cesar menjadi man of the match saat berhasil menjadi pahlawan di adu jotos Brazil vs Chile. Pada pertandingan lainnya, Socratis Papasthrapapsiulos, eh maksudnya Papastathopoulos (susah ngejanya) baru mampu mengonversikan gempuran Yunani sepanjang babak 2 menjadi gol di menit terakhir waktu normal, walaupun Yunani akhirnya harus mengakui keunggulan Kosta Rika. Kembali harus ditentukan lewat adu penalti, dan kembali kiper menjadi pemain terbaik. Adalah benteng terakhir kosta rika, Navas K. menjadi pahlawan wakil Concacaf.

Fast Player vs Fasting Player

Pertandingan lain yang tak kalah menarik adalah Aljazair vs Jerman. Mesut Oezil, yang sebelumnya telah menyatakan tak akan menjalankan puasa saat hari pertandingan, ditantang pasukan rubah gurun pasir yang mayoritas pemain muslim dan menjalankan puasa. Kiper mereka Rais Mbolhi bahkan meletakkan snack untuk berbuka puasa di tiang gawang. sumber

Aljazair, yang dimotori Sofiane Feghouli dan Islam Slimani mampu meladeni permainan cepat dan kuat Muller dkk hingga memaksa extra time kembali dilangsungkan. Honor goes to the desert foxes, yang bertahan tanpa memarkir bus di area pertahanan, bahkan melakukan smart clearance. Mereka tidak asal buang bola dan sesekali melakukan serangan balik yang justru lebih mengancam gawang lawan. Mbolhi yang tampil cemerlang sepanjang pertandingan, akhirnya jebol 2 menit setelah kickoff extra time lewat gol pemain pengganti Andre Schurrle. Ozil menggandakan keunggulan di menit akhir. Gol yang dinanti-nanti baru datang untuk Aljazair beberapa detik sebelum wasit meniup pluit akhir pertandingan, sungguh terlambat. Yes Germany won the match, but Algeria won our hearts. Mbolhi adalah man of this match.

Pertandingan di hari terakhir adalah pertandingan antara 2 benua : Amerika vs Eropa. Argentina harus meladeni permainan Swiss hingga extra time. Beberapa pemain Swiss adalah muslim seperti Senderos, Shaqiri, Mehmedi, Inler, Behrami, Dzemaili dan Seferovic (gatau sih puasa atau ngga) sumber muslim at world cup. Jika bukan karena sang pemain terbaik dunia dan pemain juara eropa, Argentina mungkin harus melakoni adu penalti juga. Di maria menciptakan gol di menit 118.

Rekor Baru Penyelematan

Perdelapan final terakhir, USA vs Belgium. Belgia yang dihuni pemain-pemain bintang premier league menguasai possession ball sepanjang pertandingan. Namun Hazard cs selalu menemui kegagalan menembus tembok terakhir, yang juga bintang EPL, Tim Howard. Gempuran penyerang muda Belgia, Origi, juga beberapa kali dimentahkan Howard. Jika bukan karena sang supersub, Romeru Lukaku, hasil akhir mungkin akan berbeda. Lukaku dan De Bruyne bergantian mencatatkan diri sebagai goal scorer dan assist. Gol dari penyerang belia Amerika, Julian Green (19) hanya mampu memperkecil kekalahan.

Image: Tim Howard

Pada pertandingan ini, jelas-jelas Tim Howard menjadi man of the match. Bagaimana tidak, dia menciptakan rekor baru piala dunia dengan melakukan 16 saves dalam satu pertandingan sumber, penyelamatan terbanyak sejak FIFA membuat statistik save. Total dari 8 pertandingan quarter final, 5 kiper menjadi man of the match. Tiga diantaranya bahkan tak dapat mengantarkan tim lolos ke perempat final.

Jelas, world cup 2014 jadi ajang unjuk gigi untuk para kiper. Klub-klub besar dunia tentu tidak akan menyia-nyiakan kemampuan mereka hanya bermain di klub lokal. Namun selain kiper, ada satu penyerang yang unjuk gigi juga di piala dunia. Siapa lagi kalau bukan Suarez

Castrol Index

Terakhir mari kita lihat perolehan castrol index. Ternyata David Luiz dan James Rodriguez mampu menggeser Benzema dari puncak. David Luiz dipastikan akan terus meroket setelah membuat gol penentu kemenangan Brazil atas Kolombia di perempat final. Neymar sang mega bintang berada di peringkat ke-6, dan mungkin akan menjadi penilaian terkahirnya di world cup setelah cedera memaksanya absen di pertandingan selanjutnya.

Castrol Index After Quarter Final

Advertisements

6 responses to “Round of 16 Review : Ajang Unjuk Gigi Penjaga Gawang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s