Lagi Dari World Cup : Menilai Pemain Secara Objektif

Castrol Index

Ada yang menarik lagi dari piala dunia 2014 yaitu castrol index ranking. Bukan hal baru sih, teknologi ini sebenernya udah digunain sejak piala konfederasi 2013, euro 2012, bahkan digunakan untuk penilaian performa pemain di lima liga besar dunia sejak 2009 [sumber]. Bukannya promosi oli juga, karena saya gapake castrol haha, tapi saya orangnya tipe suka melihat statistik, apalagi statistik pemain sepak bola. Untuk nentuin line-up pemain fantasy premier league aja saya bisa ngabisin lebih dari sejam cuma untuk ngebandingin goal, minutes played, dan lain sebagainya. Dan untuk fifa world cup 2014, saya cukup terkesima melihat websitenya, rapih dan sangat lengkap. Melihat statistik setiap pertandingan juga gampang. Belum lihat? coba deh tengok http://www.fifa.com

Lalu yang menarik lagi, di menu statistic kamu bisa temukan castrol player index yang isinya rating dari pemain-pemain yang berlaga di piala dunia. Dari update terakhir tanggal 23 Juni, Benzema masih memimpin klasemen performance pemain dengan nilai 9.77. Yah nama selanjutnya pun masih masuk akal. Van Persie, Robben, dan Perisic udah bikin beberapa gol. Tapi yang saya heran mengapa bisa ada David Luiz dan Enyeama di top 5 itu, gimana cara menilainya ya. Oh ternyata penjelasan ada di bawahnya.

Jadi castrol ini men-track pergerakan setiap pemain di lapangan, meng-capture semua data seperti shoot, sliding tackle, interception, pass, dan tentunya save. Jadi, berdasarkan video tersebut, penilaian pemain akan dilakukan dengan cara melihat aksi yang dia lakukan beserta imbasnya kepada hasil permainan tim. Pemain yang melakukan passing dan berujung gol, akan mendapat rating lebih jika dia melakukan long pass dari wilayah sendiri, atau setelah melakukan long run lalu crossing. Untuk defense pun serupa, sliding tackle yang dilakukan pemain akan mempunyai nilai lebih jika menggagalkan penyerang di dalam kotak pinalti. Sebaliknya jika tackle tersebut berbuah pinalti, maka ratingnya jadi buruk. Pantaslah jika dalam, bahkan top 6 forward, Neymar tidak masuk list. Neymar was really amazing, sering lari, nggocek-gocek lawan, bener-bener bikin kocar-kacir, tapi jarang berujung gol. Seperti waktu lawan Mexico, yang dapet rating tinggi bukan Neymar melainkan kiper Mexico, Guillermo Ochoa yang bertengger di peringkat kedua top kiper.

Seberapa akurat tuh? gimana teknologinya?

With raw match data provided via systems installed by UEFA in stadiums, Castrol believe by implementing their own mathematical formulae their index will provide the football audience with a new perspective on the sport. “It’s based on missile technology with 16 cameras placed in the stadium gantry to monitor in real time the movements of 22 players, three match officials and the ball,” said Vijay Solanki, head of marketing services at Castrol Europe. “As a result it allows us to produce some amazing measurements we have never had before in football. You can see the speed, distance run and zonal movements of the players. Fans can come to castrolindex.com and see this new way of looking at football

Ya teknologi ini emang paling memungkinkan dan efektif sih untuk nge-track pergerakan dalam wilayah yang sudah tentu. Jadi inget salah satu tugas akhir temen tentang robosoccer, kerjaannya juga image processing ngedeteksi robot di lapangan pake kamera. Bedanya adalah, kecanggihan dan jumlah kamera….

Ngomong soal teknologi dan akurasinya sih saya yakin ini sudah cukup mature. Yang masih sering diperdebatkan justru memang parameter apa yang jadi pertimbangan untuk memberikan rating seorang pemain. Castrol atau fifa tidak pernah memberitahu bagaimana mereka mengkalkulasi setiap action pemain di lapangan menjadi sebuah nilai. Yang terlihat dari video hanyalah penilaian passing untuk dua pemain akan berbeda jika passing dilakukan di region yang berbeda dalam lapangan. Masuk akal… Coba lihat link ini. Dari sini terlihat mengapa Spanyol dan Itali pantas pulang lebih awal. Dengan passing yang sangat banyak, mereka tidak memberikan impact positif kepada permainan tim. Mereka terlalu banyak passing di wilayah tidak berbahaya, lalu lupa mencetak gol. Jadi masuk akal nih castrol player index, pemain itali dan spanyol nilainya jelek-jelek.

Sebenernya yang bikin saya paling tertarik adalah tentang movement tracking. Dengan ini, bisa diliat pitch position, ato yang lebih biasa disebut heat map dari pemain, juga bisa dibandingkan top speed dari tiap pemain. Coba deh liat heat map beberapa pemain berikut

Heat Map World Cup 2014

Heat map diatas bisa jadi pertimbangan pelatih ngeliat Oscar (Brazil) yang sangat mobile di lapangan. Lalu wonderkid Serge Aurier (Pantai Gading) yang sering menusuk ke kotak penalti. Kelihatan juga gimana Messi yang mainnya males-malesan waktu lawan Iran, indexnya kurang bagus meski nyetak gol penentu kemenangan. But briliiant Messi is brilliant, tetep jadi tumpuan Argentina. Terus apakah anda penasaran siapa pelari tercepat di piala dunia 2014? Robben? bukan broo, lagi-lagi Serge Aurier, dengan top speed 33,5 km/h. Robben (31 km/h) bahkan masih jauh dibawah si ganteng Gervinho (32,3 km/h)

Top Speed world cup 2014

Jadi kesimpulannya, menurut saya sejauh ini sih player index ini sudah bisa memberikan penilaian yang objektif, dalam artian penilaian yang disertai data (engineer banget yak). Setidaknya kalo nanti bung towel ato nona-nona manis komentator komentar sok tahu dan subjektif banget, bisa didebatlah. hahaha.

Advertisements

3 responses to “Lagi Dari World Cup : Menilai Pemain Secara Objektif

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s