Krisis Pemimpin Dimulai Dari : Sini

Terinspirasi dari bapak dosen yang rutin menulis walaupun tulisannya singkat-singkat, mulai sekarang saya akan membuat kategori baru di laman wordpress saya, yakni tulpen alias tulisan pendek.

Oke tulpen pertama saya adalah tentang pemimpin. Sebelum membaca, silakan cari dulu di kbbi apa artinya pemimpin. Bedakan dengan kepemimpinan atau pimpinan ya. Saya nulis ini bukan berarti saya orang yang expert dalam hal leadership, boro-boro. Tulisan ini dibuat cuma untuk mencurahkan pikiran aja, makanya ada kategori tulpen. Mumpung tahun 2014 adalah tahun pemilu, hingar bingar politik dimana-dimana, semoga tulisan saya relevan terhadap pembaca sekalian.

Menurut saya, Indonesia sekarang benar-benar dilanda krisis kepemimpinan. Loh kok jadi kepemimpinan? tadi pemimpin? Ya, di Indonesia saya yakin banyak sekali orang-orang hebat yang memenuhi berbagai kriteria seorang pemimpin. Saya yakin kita tidak akan kekurangan pemimpin, lihat saja jumlah partai tak cukup dihitung jari, semua pengen jadi presiden. Lain dengan kepemimpinan. Kepemimpinan harus menyesuaikan dengan berbagai kondisi sehingga dipengaruhi banyak faktor, dan inilah yang belum ketemu solusinya di negara kita. Iyalah, kondisi rakyatnya begini, terlalu banyak faktornya.

Mari lupakan masalah pilpres, karena saya ga melek-melek amat politik. Yang penting jangan Jokowi. Gak keren kan kalo presiden kita masuk gorong-gorong? hahaha. Sekarang kita tarik jauuh jauh masalah ini hingga ke lingkungan kita (saya). Beda sama presiden yang ngurusi negara, ribet, di kampus ini saya yakin gak ribet-ribet amat. Harusnya kepemimpinan yang baik bisa tercapai disini. Tapi masalah lainnya timbul : krisis pemimpin. (sekarang pemimpin bukan kepemimpinan) Sedikit saja yang mau jadi pemimpin. Orang-orang disini sepertinya takut menjadi pemimpin, karena pandangan bahwa “ketua adalah tumbal”. Jangankan ketua sebuah organisasi, menjadi ketua pada kelompok-kelompok kecil saja enggan. Apakah mahasiswanya yang tidak kuat memegang amanah? Muncullah masalah baru, ketua tidak dapat bekerja karena tidak punya ‘orang’. Jadilah pemimpin itu seorang tumbal. Motivasi pun hilang.

Dalam Islam, QS Al-Baqarah : 30 dijelaskan bahwa kedudukan manusia di muka bumi sebagai Khalifah. Mengartikan Khalifah ke bahasa indonesia atau terminologi yang dapat dimengerti manusia susah. Tapi dari tafsir tersebut saya setidaknya mengambil pelajaran bahwa setiap manusia adalah pemimpin, minimal dia adalah pemimpin untuk dirinya sendiri. Tentu saja, sebab manusia punya akal. Dalam lingkup kampus ini, tidak seharusnya mahasiswa takut menjadi pemimpin, apalagi mahasiswa IT* yang katanya pintar. Akalnya ‘lebih’. Masa iya takut hanya jadi ketua kelompok?

Jadi pemimpin memang berat, tapi jangan dipikir akan menghambat. Kalau ingin nyaman, sementara menginginkan sesuatu yang besar, memang benar kamu bukan pemimpin, tapi pemimpi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s