Belanja Online, Lebih Murah Apa Mahal ?

Akhir-akhir ini pemasukan saya cukup banyak, mulai dari beasiswa, honor asisten praktikum (semester lalu 18 shift bro (: ) , jajan tambahan dari orang tua, dlsb.. Tapi entah hormon apa yang membuat saya jadi kepingin belanja terus hingga akhirnya, kalau dihitung-hitung malah besar pasak daripada tiang. Sejak toko online merebak, sudah jadi kebiasaan saya kalau ingin membeli sesuatu pasti mencari-cari referensi dan membanding-bandingkan harga yang tertera di webpage tiap toko. Walaupun sejauh ini saya belum masuk kategori ‘extreme online shopper’, tapi sepertinya tinggal menghitung waktu, sebab beberapa barang terakhir yang saya beli di toko atau forum jual beli online harganya jauh beda sama di toko-toko fisik. Malah beberapa kali menyesal karena ga sempet surfing di google, saya membeli barang yang ternyata harganya 2 kali lipat di toko online. Ini beberapa review dan perbandingan harga barang yang saya beli.

  • Leather Case Handphone Sony Xperia L

    Saya beli dari grup facebook Sony Xperia L Indonesia seharga 150 ribu. Barang yang sama di BEC bisa lebih dari itu. Bahkan di ebay harganya cuma 5.25 Euro atau sekitar 87 ribu rupiah

  • Baterai Laptop Toshiba L635

    Saya dapat baterai ini di grup facebook forum jual beli itb seharga 390 ribu, free ongkir lagi. Kualitas OEM. Saya tanya di Jaya Plaza, harga baterai laptop 500 – 700 ribuan, ga original (waktu itu stock not ready) , padahal harga segitu harusnya udah dapet yang ori, atau yang bagus deh kayak di sini (link di remove, melanggar ToS wp, hehe)

  • Genuine Nikon UV Filter

    Saya beli filter UV seharga Rp 425,000 . Nyari-nyari di internet ga nemu sih, tapi yang jelas ga semahal ini. Ada genuine nikon filter di ebay seharga $26.95, semoga yang saya beli juga asli.

  • Wonderful Silica Gel

    Saya beli waktu beli kamera juga, si seller berhasil memperdaya saya yang dengan bodohnya ngaku, ‘kamera dslr pertama’. Saya beli seharga Rp 130,000 padahal disini cuma RM 19.00 atau 60 ribuan rupiah. Di toko online indo pun hanya 100 ribuan.. malah si seller itu nawarin harga pertama 180 ribu

  • Ipod Shuffle 4th gen

    Ipod ini saya beli bekas di kaskus dengan harga 420 ribu. Harga di EMAX BIP yang baru 675 ribu, sedangkan yang saya beli pemakaian baru 2 bulan. Sangat untung.

  • SDHC Transcend 16 GB class X

    Saya beli di toko kamera yang sama dengan harga 250 ribu, bukan beli deng, tukar tambah dari SD card 4 GB. Harganya di kaskus cuma 150 ribu. Kalo kata orang Padang, saya di ‘panguah’ sama ni toko, dia nawarin harga kamera lebih murah dari toko lain, tapi menawarkan aksesoris ampe maksa-maksa, ternyata..

  • Arduino Mega 2560 R3

    Khusus untuk komponen elektronika semacam ini, di toko-toko Indonesia wajar mahal, sebab tidak ada distributor resmi sehingga banyak toko yang impor sendiri dan barangnya sering langka di Indo. Saya dapet arduino ini di toko ini , harga 295 ribu, tapi bukan ori alias barang cina. Di jaya plaza barang KW gini juga ada tapi harganya lebih mahal, harus bisa cari toko yang murah.

Lebih Baik Beli Dimana ?

It’s up to you. Kalo mau beli aksesoris-aksesoris elektronik dll misalnya, kalau memang kamu suka hunting dan jago tawar-menawar, Bandung Electronic Center mungkin lebih tepat. Paling tidak, yang perlu diperhatikan :

  1. Waktu. Sebenarnya pertimbangan utama untuk beli online adalah waktu. Biasanya orang yang beli online karena tidak ada waktu untuk cari-cari barang, menghabiskan waktu di jalan. Lebih efisien duduk depan laptop, surfing di google, ke ATM untuk transfer, tunggu barang sampai rumah. Kalo e-banking lebih gampang lagi, bener-bener cuma duduk, barang besok sampai. Kecuali butuh hari ini juga, ya harus beli langsung.
  2. Toko yang terpercaya. Ini faktor yang paling banyak membuat orang ragu untuk membeli di e-store.. Uang sudah ludes, barang belum di tangan. Banyak orang yang belum bisa nerima kondisi seperti ini. Untuk ini, kita harus pintar cari toko online. Untuk toko online, liat apakah dia punya toko fisik. Jika ya, hampir pasti terpercaya. Untuk forum jual beli, kepo akun seller adalah wajib. Untuk forum yang bagus, biasanya sudah ada reputasi penjual/pembeli. Liat juga apakah si seller bersedia COD, kalau iya hampir pasti terpercaya. Tambahan untuk toko online, baca baik-baik panduan jual-belinya. Periksa juga kebijakan situs web terhadap pembelinya.
  3. Apa barang yang dibeli, harganya berapa. Kalau masih awam, dalam jual-beli online, lebih baik mulai dari yang harganya murah. Jadi resiko semakin kecil. Untuk barang elektronik yang sensitif, mungkin jasa pengiriman barang harus diperhatikan. Petugas JNE mana mau tau apa yang ada dalam kotak. Barang kamu bisa saja dilempar-lempar waktu memasukkan ke truk. Jumlah barang yang dibeli juga menjadi pertimbangan. Kalau beli banyak barang dan waktu ditimbang berkilo-kilo massanya, kan ongkos kirim jadi mahal. Beda harga jadi makin tipis dengan beli langsung.
  4. Jangan tergoda barang murah. Ingat kalau kamu beli barang online, kamu ga liat barang secara langsung. No pic = Hoax, but good pic not always good seller. Mana ada laptop toshiba baru seharga 2 juta rupiah? Ingat, kualitas setara harga sangat jarang berbohong. Kecuali penjualnya emang tukang boong.
  5. Selalu cek harga di toko online. Kalau mau beli barang, minimal cek harga dulu deh, bhinneka atau lazada biasanya jadi yang utama buat saya.

Sebenernya masih sangat banyak tips belanja online. Tulisan diatas cuma tulisan yang saya buat murni dari pengalaman pribadi. Nah segini aja tulisan pemanasannya. Next, saya bakal menulis tentang virtual store, dengan pendekatan ilmu saya tentunya, hehe

Advertisements

6 responses to “Belanja Online, Lebih Murah Apa Mahal ?

  1. bener bos, toko onlen rata-rata lebih murah, ane barusan beli kamera di bec harga 900rb, pas liat di bhinneka harganya 800rb, tp klo beli onlen ngga bisa dicobain, klo beli barang ngga dicoba dulu tuh gimana gitu, meski bisa diretur tp proses lama.

  2. halo mau tanya dong, saya mau beli printer dan kamera, lebih baik beli di distributor resminya? (misal di webnya di sebut di Harco mangga dua) atau di bhinekka? (tinggal telpon, brg dtg). Sbnrnya sy bbrp kl beli barang di bhinekka tp untuk keperluan pribadi. Untuk brg di atas untuk keperluan kantor. Pertanyaan saya apakah bhinneka juga adalah distributor resmi (karena sdh lama dan byk sekali barang yg dijual). Maaf pertanyaannya agak bodoh. Ditunggu jawabannya terima kasih.

    • Kalo barang elektronik seperti itu kan seharusnya memang lewat distributor resmi dan pasti ada garansi. Kalau tidak lewat distributor resmi berarti ya selundupan mba. Untuk kamera, beda distributor biasanya beda cara klaim garansi dan jangka waktunya dll, krn ada perjanjian tertentu antara distributor ama produsen
      Kalau bhinneka mungkin bukan distributor ya, itu hanya toko online yg sama seperti retailer lain, tapi utk brg elektronik tetap ada garansi.. Pastikan saja siapa distributornya (dlm hal ini yang mengimpor barang ke indonesia)

      Cmiiw, semoga membantu

  3. Mas, mau tnya, saya cek harga kamera di distributor resmi dengan di toko online lain kok harganya bisa beda jauh (skitar 2jutaan), kira-kira penyebabnya apa ya mas? padahal sama-sama di e-store. Mungkin mas bisa bantu atau tau. Makasih mas

    • Namanya juga distributor resmi ya pasti lebih mahal. Distributor resmi barangnya udah terjamin. Kalo garansi pun bisa klaim langsung ke distributor dan ditangani langsung.
      Kalo toko online yang harganya miring, kemungkinan itu garansi distributor yang tidak ditunjuk langsung oleh brand ybs. Bahkan bisa saja barangnya ilegal. Kalau udah klaim garansi, biasanya dibawa ke toko tempat beli, dan dikirim ke distributor internasional (contohnya singapur) sehingga akan makan waktu

      Semoga membantu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s