[Kuliner] Waraku Japanese Casual Dining, PVJ

Seperti biasa, kalau jalan-jalan ke PVJ keluarga saya bingung mau memilih tempat makan. Selain karena PVJ bukan ‘daerah kekuasaan’ kami, resto-resto di PVJ kebanyakan resto yang di Bandungnya memang cuma ada di PVJ. Seminggu sebelumnya saya coba ke zuki suki setelah melihat review sebentar di internet, dan hasilnya memuaskan. Niatnya kali ini mau ke zuki suki lagi, tapi waiting list banyak memaksa untuk cari tempat lain. Akhirnya pilihan jatuh pada Waraku Dining, yang letaknya ada di sebelah utara, menghadap selatan alias restoran paling ujung kalo diluar. Telusur sebentar dengan google, saya ga menemukan banyak review tentang waraku. Yang jelas waraku itu berdasarkan google translate artinya japanese music (meskipun ga ada musik diputer tuh), originate from Singapore dengan nama Waraku Casual Dining Singapore. Di Jakarta sendiri sudah ada Waraku Casual, Japanese Dining, dan Pasta De Waraku sedangkan di Bandung baru pertama kali di PVJ Waraku Japanese Casual.

Begitu masuk, waiternya terlihat kurang tanggap. Mungkin karena sedikit juga menjelang tahun baru pada liburan? Yang jelas untuk dapet menu aja harus manggil waiter dulu. Setelah melihat menunya, wih mahal. Kantong mahasiswa ga cukup. Untungnya makan-makan sekarang disponsori abang yang sudah gajian. Hehe… Kebetulan di akhir tahun ini banyak makanan yang diskon sampe 50%, tapi lembar list makanan diskonnya terpisah dan ga ada gambarnya, jadi ga masuk perhatian kami deh.

Untungnya dari keluarga berjumlah 6 orang terasa kalo lagi makan-makan : bisa nyicip banyak jenis makanan. Papa dan mama memesan ramen beef dan chicken. Yang lain memesan yang ada nasinya, termasuk saya. Makanan datang ga terlalu lama meskipun restoran terlihat penuh. Tapi sayangnya 6 makanan ini tidak disajikan berbarengan, jadi ga mulai makan sama-sama.

Yang pertama sampai adalah punya papa, disusul punya mama, keduanya ramen

Teriyaki Chicken Ramen (M) – idr 48.800

Rasa ramennya biasa-biasa aja sih, mungkin karena lidah saya ga peka untuk makanan berkuah ya. Rasa kuahnya ga jauh beda sama ramen-ramen di Gokana atau Tokyo Connection meski harganya lebih wow. Komponen-komponen (bukan kapasitor) ramennya juga as ordinary, harusnya sih mesennya Tori Karage ramen, pasti lebih rame dan enak. Oiya gambar diatas Teriyaki Chicken Ramen dengan ukuran M, kata mbaknya sih ‘mini’ , bukan medium.

Selanjutnya punya kakak dan ade : Cicken Katsu Curry Don & Yakiniku Don

Chicken Katsu Curry Don (M) – idr 53.800

Yakiniku Don (M) – idr 58.800

Chicken katsu kare don. Katsunya enak, empuk, ditambah wortel dan sayur daun-daun yang saya gatau namanya. Tapi yang menonjol adalah kuah karenya, kental, pas banget sama nasi, dan ga terlalu banyak. Sedangkan yakiniku don nya juga ga mengecewakan. Daging panggangnya banyak tuh sampai penuh, dan yang di mangkuk warna merah gatau apa namanya tapi ga cocok ama lidah.

Akhirnya datanglah pesanan saya : Yakiniku Bibimbap. Saya kira korea doang yang punya bibimbap, ternyata Jepang juga ada ya, patut dicoba.

Yakiniku Bibimbap – idr 53.800

Disajikan dengan hot plate, eh super-super hot plate sampai-sampai 5 menit ditunggu aja masih belum bisa dimakan. Akhirnya harus dipindah sedikit-sedikit ke mangkuk lain. Pertama liat bibimbapnya aneh sih, ga seperti bibimbap korea di film-film yang warnanya hijau karena bayam, timun, selada, dll. Bibimbap yang ini isinya wortel, telor, toge, daging cincang, dan tentunya di paling atas ada nori – rumput laut kering. Tak lupa juga ada sambal-yang kalo di Korea disebut Gochujang/pasta cabai- sehingga bikin nasi campurnya jadi warna merah habis diaduk. Overall bibimbapnya enak, dagingnya biasa aja, tapi namanya orang indonesia suka gado-gado jadi nasi campur-campur begini terasa mantap. Dan juga mangkuknya yang super panas + ngaduk2 nasi di mangkuk, lengkaplah cita rasa khas Indonesia = Nasi Goreng. Jadilah nasi goreng campur ato biasa disebut nasi mawut, langganan anak kosan di Jalan Tamansari. JJ. Porsinya cukup banyak, mangkuk diatas itu tebel. Tapi satu lagi kekurangannya, tetep gara-gara mangkuk yang terlalu panas, akhirnya nasi, sayur, daging, dan bumbu-bumbunya pada lengket dan gosong… ga maksimal deh makannya.

Kesimpulan

Makanan yang pakai nasi enak dan worth it, ramennya over price padahal biasa aja. Untuk yang suka sushi, ada baiknya mencoba sushi, kelihatannya (dari meja sebelah) enak. Hati-hati dengan ukuran ‘M’ mini yang menurut saya itu porsi mahasiswa lapar. Setelah telusur-telusur, di waraku PVJ ini sering ada promo, jadi harus pinter milih. Jangan kupa service + tax = 15 % , and last, 6 out of 10 stars.

Waraku Japanese Casual Dining

Alamat : Paris Van Java, GF Unit RL C.19 (Jl. Sukajadi No. 137-139), Bandung, Jawa Barat

Price Range : 40000 to 90000 idr

Twitter : @WarakuPVJ or more pics check this

 

★★★★★★☆☆☆☆

Tampak Luar Waraku

Nih Waraku Yang Di Singapur

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s