NFC untuk e-ticketing

Seperti janji saya di tulisan sebelumnya, kali ini saya akan berbagi tentang kerja praktek yang saya lakukan di PT Xirka Silicon. Hitung-hitung buat nyicil bikin laporan KP atau setidaknya membuat referensi. Menurut post yang ini, saya mendapat project membuat aplikasi android untuk sistem event ticketing. Di post itu terlihat screenshots aplikasi yang sudah saya buat, tapi maaf kalau ternyata tak dapat anda temukan di google play store karena kebetulan malam itu saya sedang ngotak-ngatik adobe photoshop.

Sebelum membahas tentang proyek saya, alangkah baiknya kalau disimak dulu prolog berikut. Tapi kalau penasaran banget-banget ama kerjaan saya, langsung ke subjudul berikutnya ya.

Ragam Aplikasi Smart Card

Tadi saya liat gambar ini di newsfeed facebook langsung teringat tentang aplikasi yang sedang dikembangkan oleh mentor saya yaitu aplikasi virtual store. Awalnya saya kira virtual store di Korea Selatan itu memakai teknologi NFC, namun ternyata setelah browsing-browsing, tidak ada chip tertanam dalam setiap poster dari item yang dijual. Poster tersebut masih memakai barcode atau QR code yang berarti buyer masih harus menggunakan kamera, mengarahkan ke barcode, barulah aplikasi menjalankan aktivitasnya entah itu menambah ke keranjang beli atau hanya melihat informasi produk. Dan ternyata berita itu sudah ada sejak tahun 2011, pantesan.

Sedangkan dengan teknologi NFC, terdapat chip pada poster (atau yang biasa disebut NFC tag). Jika devais/reader dengan fitur NFC didekatkan padanya, maka akan terjadi induksi elektromagnetik sehingga chip yang powerless tadi bisa menangkap daya dan kemudian mengirimkan datanya untuk dibaca reader, cara kerja teknisnya seperti RFID. Nah jadi dengan NFC, seperti aplikasi yang dikembangkan mentor saya itu, tidak perlu pakai kamera yang memproses gambar melainkan cukup mendekatkan handphone ke poster. Dengan kecanggihan sistem operasi android, data yang ada pada tag itu bisa langsung memicu handphone untuk masuk aplikasi yang diinginkan.

Di aplikasinya, bisa didapat data barang yang akan dibeli. Jika sudah terkumpul semua list belanjaan, tinggal dikirim ke server si empunya supermarket atau pengelolanya dan kita tinggal tunggu di rumah karena barang belanjaan diantar langsung ke rumah. Konsep dagangnya ini sama seperti virtual store yang di Korsel.

Busway Dan Event Ticketing

Awalnya saya memilih untuk membuat aplikasi busway ticketing. Konsepnya saya adopsi dari konsep tiket LRT di luar negeri semacam Singapur dimana ada tiket terusan dan tiket sekali jalan. Saya bikin konsep tiket terusan, tapi karena dirasa sangat sulit untuk diimplementasikan di Bus Trans Jakarta yang trayeknya banyak dan juga waktu 2 bulan dirasa ga cukup untuk menyelesaikan proyek, maka saya dikasih pilihan lain yaitu membuat aplikasi event ticketing. Aplikasi event ticketing ini sebenarnya sederhana. Konsep dibuat untuk menghindari masalah-masalah yang lumrah pada suatu event e.g konser yaitu praktik percaloan dan antrian panjang di gerbang masuk/keluar.

Supaya menghindari percaloan, maka tiket harus dibuat unik dengan menyimpan data setiap pembeli. Jadi di kartu ini disimpan data pembeli yaitu foto wajah dan id unik misalnya nomor ktp. Selain itu di kartu ini disimpan juga data event yang diikuti oleh si user. Tapi masalahnya adalah NFC tag yang kami pakai kapasitasnya hanya 4 KB sehingga sulit untuk menyimpan sebuah image dengan resolusi yang baik. Jadi solusinya adalah mengunggah foto user ke sebuah server lokal dan menyimpan link urlnya ke tag sehingga hanya data text yang disimpan. Pada reader, trigger dari tag akan otomatis membuka browser dan menuju alamat yang ditulis didalam tag. Untuk itu pada entrance gate masih diperlukan human inspector untuk memvalidasi apakah yang bawa kartu cocok dengan foto yang ditunjukan kartu. Waktu yang dibutuhkan untuk membaca dan menulis tag NFC sangat singkat, berbeda dengan bluetooth yang harus pairing dulu. Dalam waktu kurang dari 2 detik tag sudah bisa dibaca/tulis oleh devais.

Setelah kami pikir-pikir, aplikasi ini mirip dengan sistem parkiran ISS di kampus dan dimana-mana. Saat masuk pengendara difoto lalu fotonya ditaruh di server dan barcode pada tiket mengarah pada hasil unggahan foto tersebut. Saat keluar dicek oleh petugas.

Saya rasa terlalu besar biaya untuk mengganti secarik, eh seperempat carik kertas dengan sebuah kartu pintar jika fungsinya sama saja. Untuk itu sistem kami ganti yang asalnya menaruh foto di web jadi menyimpan foto langsung di kartu. Untuk itu kami diberikan tag dengan kapasitas lebih besar yaitu 8 KB. Foto dengan ukuran 5-8 KB masih bisa diamati lah. Tapi jika tidak teramati pun, foto dengan size lebih besar tetap bisa dilihat di web server karena foto tetap diupload dan alamat ditulis di tag, jadi hanya tambahan menyimpan picture di tag. Ohiya dan tentunya untuk menyimpan gambar ini ke tag, harus terlebih dahulu dikonversi ke string sehingga kami membuat encoder dan decoder untuk image.

Tepat Gunakah ?

Sebenarnya aplikasi ini sangat biasa. Konsep dan sistem event ticketing yang saya buat pun biasa. Bahkan sebenarnya teknologi NFC ini di Indonesia masih sangat jarang digunakan dan bisa saja sistem ini malah membuat masalah baru. Padahal untuk menerapkan sistem yang kami buat ini hanya memerlukan perangkat android dengan fitur kamera + NFC + akses internet. Sangat mudah dan murah. Apalagi kartu bisa dipakai berkali-kali sehingga menghemat produksi kertas dan tinta yang mahal.

Masalah yang ditimbulkan sih bukan mengarah konsep dan teknologinya, tapi ke penerapan dan penggunaannya oleh masyarakat. Beberapa waktu lalu, terdengar berita 700000 smart card KRL commuter Jakarta single trip hilang tak kembali. Ada yang tak mengembalikan karena turun di tengah jalan (kartu seharusnya dikembalikan di stasiun kedatangan) hingga yang tak mengembalikan karena ingin mengoleksi atau sebatas kenang-kenangan, nih kalau gak percaya atau ini. Teringat perkataan salah seorang senior, “Teknologi sulit untuk diterapkan di negara berkembang”. Ya memang ada kalanya saya setuju pernyataan itu, tapi saya rasa itulah tantangan sebenarnya seorang engineer. Membuat teknologi yang tepat guna, bukannya canggih tapi tak berguna. Semoga apa yang saya kerjakan, suatu saat nanti bermanfaat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s