The Graduation Day

The Graduation Day

Alhamdulillah niat untuk bikin tulisan terkumpul lagi. Tulisan sekarang ceritanya adalah Wisuda Juli Part 2, setelah part 1 yang sudah beberapa minggu rilis. Sekedar ulasan singkat dari postingan sebelumnya tentang Wisnite, acara di H-1 sidang terbuka ini kurang berjalan lancar, keos dimana-mana. Nah sebelum masuk ke HME Wisday, alangkah baiknya menceritakan hari yang panjang ini, tidak tanggung-tanggung yaitu mulai dari dini hari. Seperti yang saya ceritakan pada tulisan sebelumnya, jam 1 pagi saya sampai di HME langsung rapat lagi bersama kahim, menteri apresiasi anggota, menteri pergerakan mahasiswa (menterinya saya :D), dan kadiv acara siang. Sempat juga 2 teman saya yang ikhlas ikut  menemani berpikir sebelum akhirnya tumbang. Di HME malam itu cukup ramai. Hampir semua tim koorlap nginep (emang tiap wisudaan begini-mau ngetake tempat sabuga). Dan tentunya banyak anak malam yang tetap setia di HME.

Yang kami pikirkan disana yaitu tentang acara siang himpunan yang mengundang orang tua. Eval dari bang kahim, acara siang ini harus bisa memberikan apa yang orang tua belum tau tentang aktivitas anaknya di kampus, khususnya himpunan. Harusnya sih itu bisa disampaikan melalui video wisudawan dan sesi award waktu wisnite, tapi tau lah bagaimana acara itu cukup fail. Acara siang kali ini beda dengan edisi-edisi sebelumnya yang mana selalu mengundang dosen untuk talkshow. Wisuda April, saat saya jadi moderator, talkshow mengundang 3 dosen (Pak Tutun, Pak Agung, Pak Syarif) dengan tema kehidupan wisudawan setelah keluar dari bangku kuliah. Nama terakhir langsung menjadi dosen idola saya karena waktu talkshow keren banget, terlihat jelas pengalamannya sebagai dosen.

Sedangkan untuk wisuda Juli, kadiv acara siang, Fuad tidak lagi memasukkan sesi talkshow dengan alasan sudah ada pertemuan antara dosen dengan orangtua di sore tanggal 13 yang berbungkuskan talkshow juga. Akhirnya untuk siang nanti acaranya adalah open mic orang tua, perkenalan divisi dan BP, serta aktivitas himpunan. Tak lupa siang itu juga ada pameran karya dan prestasi keprofesian. Apa itu open mic? Jadi sesi ini adalah sesi yang dibuat supaya para orangtua bisa saling bercerita tentang anaknya. MC buat acara siang si Zaki, yang udah ga diragukan lah sejak April. Selain acara di rundown, kami juga membuat sesi dimana beberapa wisudawan dengan aktivitas segudang diperkenalkan. Jadi caranya adalah dengan ngestalk dari facebook semalam suntuk hehe. Sekitar jam 3 saya udah tidur karena suara makin serak dan batuk. Yang masih membuat teklap.

Jam 5 pagi saya udah terbangun oleh suara ribut dari tim koorlap. Tim koorlap emang selalu paling kompak, sehabis Solat Subuh mereka langsung berbondong-bondong ke sabuga untuk ngetake tempat yang strategis buat spot LO. Tak lupa baligo baru HME karya OMEGA 2011, yang terlihat seperti tenda pecel lele, dibentangkan di dinding jalan sabuga. Jam 6 pagi saya rapat persiapan lagi sama kadiv acara siang. Rakoor dan briefing untuk wisday dilaksanakan jam 9 pagi. Sekitar jam 7 saya ngecek ke sabuga dan disana sudah ramai. HME dapat spot LO yang strategis, sama dengan April yaitu di sebelah utara dekat kanopi. Tim koorlap juga berhasil memasukkan 4 buah motor ke dalam sabuga untuk memperlancar mobilisasi. Pemandangan ini bisa dilihat 3 kali setahun, toga wisudawan seragam dimana-mana, jahim masa himpunan beragam dimana-mana, jas dan kebaya orangtua juga bervariasi di sabuga. Awalnya saya cukup khawatir karena jumlah LO pagi itu sangat sedikit, untung belakangan jumlahnya terus bertambah.

Koorlap, bersiap briefing

Saat kembali ke HME, kadiv logistik sudah bersiap dengan barang-barang logistik serta 8 buah Handy Talky untuk tim koorlap. Jam 8 hingga jam 11 panitia acara siang, dekorasi, dan logistik menyiapkan tempat untuk acara siang di basement labtek 7 dan selasar 9012. 250 kursi, 4 meja makanan, dan beberapa meja pameran sudah siap sebelum Dzuhur. Grey carpet panjang menghiasi selasar 9012 selayaknya boulevard walk of dream di Hollywood (bukan red carpet, soalnya abu-abu ciri HME gitu)

Sebenernya ada suatu masalah yang udah kepikiran sejak seminggu sebelumnya yaitu : STEI dapet urutan ke 10 foto toga bersama rektor. Yang berarti HME jadi himpunan ke 24 yang keluar dari Sabuga, itu pun kalau ga diserobot. Kenapa jadi masalah, karena dengan urutan segini berarti HME akan perform sekitar jam 1 tambah 24×9 menit = 13.00 + 03.36 = 16.30 itu juga kalau mulai jam 1 tanpa ngaret mobilisasi dll. Perkiraan saya sih HME baru akan perform jam setengah 5 sore. Ini juga jadi masalah buat acara siang yang durasinya harus ditambah. 3,5 jam duduk di basement labtek 7 orangtua mana yang ga bosen. Pengalaman waktu wisuda April, sesudah Istirahat dan Solat Ashar orangtua kurang dari 30% yang kembali ke acara siang. Tapi hal ini lah yang berusaha diakali oleh pak kadiv dan tim.

Setelah menata makanan konsumsi dan meletakkan –nyarissemua- piala dan medali yang ada di HME di acara siang, orangtua mulai berdatangan dari Sabuga ke basement. Karena sudah Dzuhur, orangtua memang biasanya diarahkan untuk Solat dulu di Mushola Elektro. Saat kursi sudah sepertiga penuh, acara pun dimulai. Bismillah, semoga hari ini lancar..

Saya lupa harus ngasih sambutan di acara siang ini. Tanpa siap-siap, langsung aja apa yang ada di otak saya utarakan singkat. Tentang wisudaan, tentang acara siang itu sendiri, dan tentang aktivitas di himpunan. Disambut juga oleh Pak Kahim Dera, acara lalu dimulai oleh Zaki si MC. Saya sebenarnya kurang yakin dengan metode open micnya Fuad, tapi ternyata MC bisa memberi pengantar dan mengajak orangtua (kebanyakan bapak) untuk open mic. Lebih dari 5 orangtua wisudawan bercerita tentang anaknya. Ada yang bilang anak saya cum laude, anak saya aktivis di himpunan, anak saya perantau dari jauh, sampai yang bilang anak saya seumuran dengan MC di depan. Haha tidak disangka ternyata bapak-bapak ini senang memamerkan anaknya, bangga lebih tepatnya. Siapa juga yang tidak bangga mempunyai anak seorang lulusan kampus dan fakultas dengan passing grade tertinggi setiap tahun. Setelah itu ada perkenalan BP dan divisi, ide acara ini adalah karena masih banyak orangtua yang kebingungan dengan sesi award di wisnite karena belum mengerti tentang BP dan divisi. Dihadiri oleh beberapa ketua divisi, saya bisa agak santai memercayakan acara siang ke kadiv dan timnya untuk kemudian fokus ke arak-arakan, yang saat itu sudah jam 3 tapi informasi yang saya dapat massa masih belum melihat wisudawan.

Kepanikan mulai melanda sekitar jam setengah 4. Wisudawan masih ada di sabuga sementara massa yang jumlahnya semakin banyak makin menganggur di lapangan rumput sabuga, padahal acara di basement sudah memasuki fase bosan juga. Akhirnya saya berkeliling ITB dan sabuga untuk mengecek situasi. Terdengar suara derap langkah di tunnel khas Himpunan Mahasiswa Mesin. Elektro mana? Elektro mana? Sepanjang perjalanan keliling banyak –sepertinya keluarga wisudawan- yang bertanya pada saya. Ya masih di ngetem di sabuga, apa mau dikata, dapet urutan akhir-akhir.

Sekitar jam 4 lebih saya bertemu tim koorlap di pintu utara sabuga. Kacau bung, benar dugaan saya HME sekarang jadi himpunan urutan terakhir. 111 orang wisudawan, gimana gak keserobot antriannya. Di depan HME terlihat HMTM Patra dan HimaTG Terra juga sedang menunggu giliran. Masih di sabuga, bukan di saraga. Di saraga gimana? Wah lebih parah lagi ternyata saat saya lihat di pintu keluar sabuga menuju saraga dan di trek lari menuju tunnel himpunan masih pada numpuk ! Fuad dari basement cuma bisa saya kasih instruksi untuk menjelaskan ke orangtua tentang teknis arak-arakan dan performance.

Harus ada keputusan dari tim koorlap. Kalau nunggu giliran secara teratur, berdasarkan hasil hitung-hitungan kami baru akan sampai di gerbang depan Ganesha jam setengah 7 malem. Belum Solat Maghrib. Sementara Manu dan Raja berseteru (kelihatannya) dengan adek satgas calon Agnibrata (keamanan OSKM, yang ternyata adalah adik kelasnya Nyoman), saya dan sang koorlap berunding mencari solusi. Kami membuat 3 opsi dan melemparkannya lagi ke wisudawan. Akhirnya opsi 3 dipilih. Opsi apa itu? Lumayan nekat : wisudawan nyebrang ke gerbang utara menuju parkiran GSG. Massa arakan lewat tunnel menyalip himpunan yang menghalangi, juga menuju parkiran GSG. Penyambutan saya putuskan akan dilaksanakan di parkiran GSG. Buru-buru saya ke parkiran GSG untuk memastikan area clear dan bisa dipakai penyambutan, sekedar mars HME. Untung satgasnya sigap juga ada yang bantuin penyebrangan wisudawan ke gerbang depan. Saya mendengar suara HMIF sedang bernyanyi-nyanyi dari tunnel, ketika tiba-tiba ratusan massa HME malah yang keluar dari tunnel. Kalau ga salah MTI dan HMFT juga “tidak sengaja” diserobot. Tidak sengaja karena mobilisasi kami kan secara sporadis ke GSG. 😛

massa sebanyak ini, lebar lapang saraga pun terpenuhi, tiba-tiba…

Bro, kita pindah ke GSG ! SEGERA !

ratusan orang bikin sempit GSG aja nih. Bikin macet

Akhirnya keluar. Biasanya Mars disini

Lewat sebelah selatan PAU

Serobot sana-sini, sampailah di parkiran GSG

Setelah nyebrang jalan, wisudawan juga nyampe

MARS HME SATUU TIGAA DUAAA !

MULAI ARAK-ARAKAN

 

Gozilla in action ! hancurkan gedungnya ! ini karya anak 2010 lohh.

Akhirnya massa yang jumlahnya ratusan bisa bertemu dengan massa di parkiran GSG. Di tengah-tengah ke-hectic-an, saya baru inget kalau himpunan keluar jalur dari jalur yang disepakati KM, maka performnya paling akhir. Males lah perform di malam hari. Karena itu performance edisi Octopus sepertinya kejadian lagi. Bikin panggung mandiri di parkiran lebtek 8. Untung juga nih saya ga lupa meminta lagi soft copy backsound performance ke ketang 2011, karena CD perform udah dikumpulin ke KM. Langsung lah saya beranjak ke sekitar labtek 8 bertemu para awak acara siang yang sudah membereskan barang dan makanan. Keluarga wisudawan pada kemana? Sudah nogkrong-nongkrong di sekitar labtek 8. Tapi sudah dijelaskan teknis performnya, jadi semoga ga masalah, kata Fuad. Setelah menyiapkan kabel rol dan memindahkan sound system, parkiran labtek 8 sepertinya gak muat. Banyak mobil parkir. Karena massa juga sudah mulai arak-arakan, tanpa tunggu lama dan pikir panjang, teman-teman saya suruh menyiapkan saja panggung mandirinya di tugu Soekarno. Tanpa surat izin, tanpa ngobrol-ngobrol sama satpam, kami langsung mencari spot performance, menempatkan sound system dan mencari colokan listrik terdekat yaitu CC Timur. 2 Satpam berjaga tanpa interupsi, padahal waktu electrocity aja gedung2an dilarang karena ga ada “izin kabel melintas”. Mungkin karena HME emang udah biasa setruman di tugu Soekarno juga sih. Semoga bapak satpam ini bisa kooperatif, dijamin ga nyesel pak melihat performance HME.

Sekitar jam 5 sore akhirnya ratusan massa mengarak dan diarak sampai ke Tugu Soekarno via jalur gabungan : timur-barat-tengah. Puluhan performer bersiap-siap. Dengan menghadap ke wisudawan yang berposisi di sebelah utara, performance terbaik sepanjang karir saya di ITB pun disajikan selama kurang lebih 9 menit. Kalau gak percaya ini videonya

 

2 tokoh utama performance. Beberapa jam kemudian si mas ini jadi idola

Elvis !

 

Marilyn Monroe dan Lady Gaga. 2 generasi coy

Ceritanya ini Jacob Black, berani meloncati seniro dia

Michael Jackson, King Of Pop !

 

Man In Black ! wohoo Will Smith !

Eh, ada Charlie Chaplin juga. mantab

Titanic. Mesranya menghayati banget

Superman kocak abis. Cem Iklan 5 detik tampil

 

wah lucu ya, snow white nya. Kurcacinya lumayan. Sebelahnya Pasukan Genderanggg Perangg

Happy Graduation, Gundala-Gundili !

  

hAROES KOEAT disetrum. hehe + lutpi dan caca

Prosesi khas HME, setrum-setruman dilakukan setelah memobilisasi 2011 ke Mektan. Saya ikut ke mektan bersama teman-teman 2011. Menjelang Maghrib, teman koorlap dateng ke mektan membawa info bahwa HME dibolehkan lagi perform di gerbang depan dengan nomor urutan terakhir. Saya lemparkan lagi ke 2011, dan jelas dengan semangat Jos Mangga mereka tak ragu untuk perform 2 kali. Hari sudah gelap ketika kami sampai di gerbang depan. Beda dengan himpunan lain yang bakal sulit perform di malam hari (karena gelap), justru kita bersyukur perform waktu matahari udah terbenam. LED yang jumlahnya ratusan tidak sia-sia dirangkai menjadi berbagai bentuk. SUPER !! Saya rasa ini bener-bener jadi klimaks performance. Sayang sekali buat mereka yang pulang dari gerbang depan sebelum Maghrib. Super sekali adek-adek ini, usaha mereka terbayar dengan kepuasan dan kesenangan yang terlihat sekali dari raut wajah gembira mereka. Bukan nyala lampu yang menerangi, bukan juga bulan yang memantulkan sinar, tapi bintang-bintang calon HME ini yang memberikan saya cahaya ketenangan, kepuasan, dan kegembiraan yang bahkan tidak saya rasakan saat saya berada di posisi mereka satu tahun lalu. Mereka semua berkumpul di tengah tempat performance, seakan sudah memenangkan pertandingan, seakan sudah selesai saja ospek mereka. Bahkan kembali ke Mektan pun lagu-lagu HME masih dinyanyikan serasa menjadi seorang pemenang, serasa yang memiliki kampus ini. Hahahahha beban saya sepertinya lepas, semoga ini menjadi penutup yang baik dari acara wisuda Juli HME 2012. Akhir dari kerja kami selama satu bulan lebih.

Setelah mendapat sms selamat dari KM ITB (di awal tulisan itu loh) beberapa hari kemudian saya diundang ke sekre KM untuk menerima hadiah secara simbolis sebagai juara 1 parade wisuda Juli ITB 2012. Seneng banget rasanya. Lega. Kredit buat teman-teman calon HME 2011 yang paling punya andil sampai kita bisa memperbaiki prestasi tahun lalu  yang asalnya juara 2, sekarang juara 1 !

Evaluasi tentunya ada. Tanggung jawab saya pun belum selesai, baik untuk wisuda Juli maupun wisuda kedepannya. Saya rasa tanggung jawab saya juga belum lepas selama wisudaan berikutnya belum lebih baik dari wisuda sekarang. Begitu juga dengan semua elemen yang terkait dengan wisuda Juli, harus berkontribusi lagi untuk wisuda Oktober yang lebih baik–ketuanya pun sudah terpilih. Sangat terasa bagaimana jika kita memulai sesuatu dari 0, saat teman-teman kadiv, dan saya kurang mendapat banyak masukan dari orang yang berpengalaman. Mungkin sebuah klise kalau saya bilang masalah utama dari kepanitiaan ini adalah kekurangan SDM. Tapi memang benar ini masalah utamanya, yang lain akan lebih lancar kalau SDM sudah mumpuni. Yang harus dicari solusinya adalah bagaimana mengakali masalah ini, supaya tidak menimbulkan kendala-kendala lain. Sebenernya miris juga kalau saya ingat kata-kata salah seorang teman saat wisuda April-dia seorang kadiv. Katanya, “jangan sampai ada lagi single fighter, jangan sampai ada lagi fatah berikutnya yang kerja sendiri (logistik)”. Tetapi nyatanya eja kerja sendirian di malam wisuda. Ajeng ga punya teman untuk ngebantu dokum acara malam. Dan beberapa kadiv lainnya yang anak-anaknya baru ‘panas’ seminggu menjelang wisudaan. Mungkin tulisan saya selanjutnya berjudul : Graduation : The Making (kalau ga bosen nulis ini), demi evaluasi yang baik. Tapi bagaimana pun prosesnya saya bersyukur sudah bisa mengemban tanggung jawab sebagai ketua wisuda Juli HME ITB 2012. Terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu, mohon maaf juga kepada semua pihak yang kecewa atau merasa usaha kami kurang maksimal (semoga pada baca). Semoga tulisan ini bisa jadi evaluasi untuk saya, panitia berikutnya, dan seluruh massa HME. OK CHAMP? ELEKTRO TIGA KALI !

Barikade wisudawan. Melindungi wisudawan dari cairan-cairan “khas”

nyanyi waktu setruman, makin lama makin asik

Bersama IMA-G. Satu KM ITB coy (alibi)

Flash Mob menutup dance 4 generasi

Kakak Qurrota yang kece

oh ternyata si Qurrota mau nemenin snow white yang lagi sendiri

 

Pasukan Bendera, paling stroing push up katanya

Yang ini pasukan apa ya?

Julywood Sign ! Properti paling keren !

 

Field Commander a.k.a DANLAP !

Ohiya semua foto-foto diatas adalah hasil jepretan Faruq Adib. Makasih Dib !

Terima Kasih Elektroteknik 2011. Joss Mangga ! Usaha keras bikin BANGGA !

Saya dan bang Koorlap 🙂 @ meja tamu acara siang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s